Pantau - PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) membangun ekosistem hidrogen hijau untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, pembangkit listrik, dan pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi rendah karbon.
PLN EPI Perkuat Ekosistem Hidrogen HijauVice President Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Anita Puspita Sari mengatakan hidrogen dan amonia menjadi bagian dari strategi jangka panjang PLN Group dalam mendukung sistem energi rendah karbon.
Ia mengatakan, "Selain terus mengembangkan energi terbarukan, pembangkit nuklir, Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), energy storage, dan Green Energy Super Grid, PLN Group juga menjadikan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung sistem energi rendah karbon."
Pada tahap awal, PLN EPI menargetkan sektor industri dengan kebutuhan hidrogen tinggi, seperti industri pupuk dan amonia, kilang minyak dan petrokimia, industri baja dan logam, serta industri kimia.
PLN EPI juga melihat peluang pengembangan electro-Sustainable Aviation Fuel (e-SAF) yang memanfaatkan hidrogen hijau dan karbon dioksida hasil penangkapan emisi untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan rendah karbon.
Bidik Pasar Energi Rendah KarbonAnita mengatakan kebutuhan e-SAF diproyeksikan terus meningkat seiring berkembangnya regulasi internasional yang mendorong penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Ia mengatakan, "Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain penting dalam industri hidrogen hijau karena didukung sumber energi terbarukan yang melimpah. Tantangan berikutnya adalah mempercepat pembangunan ekosistem, penguasaan teknologi, serta menciptakan pasar yang mampu mendukung pengembangan hidrogen secara berkelanjutan."
PLN EPI menegaskan pengembangan ekosistem hidrogen hijau dilakukan secara terintegrasi mulai dari teknologi, rantai pasok, hingga penguatan pasar untuk mempercepat transformasi bisnis energi primer menuju energi rendah karbon.





Komentar (0)