Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menutup rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama tiga hari di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7).
Nasaruddin meminta seluruh hasil pembahasan selama tiga hari pelaksanaan kongres diserahkan kepada pemerintah melalui Kementerian Agama agar dapat dijadikan sebagai bahan penyusunan program kerja pemerintah.
“Mohon seluruh hasil-hasil kongres yang dibicarakan selama tiga hari itu disampaikan ke pemerintah, dalam ini Kementerian Agama. Insyaallah itu semuanya kami akan jadikan program kerja,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, pemerintah meyakini banyak gagasan yang lahir dari forum KUII dapat menjadi kontribusi nyata.
“Jadi Majelis Ulama akan meringankan bebannya pemerintah, tapi sebaliknya juga pemerintah akan meringankan beban dan tugasnya Majelis Ulama Indonesia,” ucap Nasaruddin.
Nasaruddin mengatakan semangat saling membantu tersebut sejalan dengan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih di tengah kondisi Indonesia yang memiliki keberagaman.
“Kalau saling meringankan beban satu sama lain, maka itulah inti yang disampaikan tadi oleh Ketua MUI kita. Bahwa persatuan dan kesatuan itu suatu keniscayaan bagi bangsa yang sangat plural sekarang ini,” katanya.
Nasaruddin berharap hasil KUII ke-8 tidak hanya berhenti sebagai rekomendasi, tetapi juga menjadi pijakan untuk membawa Indonesia memiliki peran yang lebih besar di tingkat global.
Ia bahkan berharap tema kongres pada masa mendatang dapat mengangkat cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban Islam modern dunia.
“Dan ujungnya nanti insyaallah tentu kita berharap apa yang kita lakukan baru-baru ini kongres yang ke-8, mungkin tema yang akan datang, kita harus lebih berani sedikit untuk mengangkat bagaimana menjadikan Indonesia sebagai epicentrum peradaban dunia modern Islam yang akan datang,” pungkasnya.






Komentar (0)