VIVA – Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi sorotan luas di media sosial. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan putri korban menangis histeris saat melihat jenazah sang ayah. Momen emosional itu kemudian mengundang beragam reaksi, termasuk dari Deddy Corbuzier yang menyampaikan keinginannya untuk membantu sang anak.
Video yang beredar di berbagai platform media sosial memperlihatkan suasana duka saat proses pemakaman berlangsung. Di tengah kerumunan pelayat, seorang bocah perempuan tampak tak kuasa menahan kesedihan ketika jenazah ayahnya dibawa menuju tempat peristirahatan terakhir.
Dalam rekaman tersebut, sang anak terus memanggil ayahnya sambil menangis.
"Bapak, bapak, bapak," kata bocah perempuan itu sambil menangis histeris.
Tangisan bocah itu menjadi perhatian warganet karena dinilai menggambarkan luka emosional yang mendalam akibat kehilangan orang tua secara tragis. Bahkan, dalam video yang viral, ia terlihat harus dipapah oleh dua orang dewasa lantaran tak sanggup menahan kesedihannya saat menyaksikan prosesi pemakaman.
Peristiwa memilukan tersebut kemudian menarik perhatian Deddy Corbuzier. Melalui kolom komentar pada unggahan yang membahas kejadian itu, presenter sekaligus podcaster tersebut menyampaikan niatnya untuk memberikan bantuan kepada putri korban.
"Bawa anaknya ke saya. No content, no camera. I'll fix her," tulis Deddy Corbuzier di kolom komentar, dikutip Senin 27 Juli 2026.
Pernyataan tersebut langsung menuai respons positif dari banyak pengguna media sosial. Sejumlah warganet mengapresiasi niat Deddy Corbuzier yang menegaskan bahwa bantuan itu tidak bertujuan menjadi konten ataupun konsumsi publik, melainkan murni untuk mendampingi kondisi psikologis sang anak setelah mengalami peristiwa traumatis.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula pada dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. KD diduga tertangkap basah saat hendak membawa seekor ayam milik warga bernama I Wayan Adi Suteja di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.
Setelah aksinya diketahui, sejumlah warga berupaya mengamankan KD. Namun situasi berkembang tidak terkendali hingga berujung aksi pengeroyokan. Korban mengalami luka berat akibat amukan massa dan akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.






Komentar (0)