Pantau - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan kekuatan akar rumput tidak akan pernah dapat dicabut oleh kekuasaan saat menyampaikan pidato kebangsaan dalam peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli di Gedung DPP PDIP, Jakarta, Minggu.
Hasto Singgung Filosofi Akar RumputHasto mengatakan kekuatan rakyat akan tetap bertahan meski menghadapi berbagai tekanan dari kekuasaan.
Ia mengatakan, "Rumput boleh dibabat. Rumput boleh diinjak, boleh dibakar sampai hitam tanahnya, tetapi akarnya tetap tinggal di dalam tanah. Dan begitu tersiram air hujan, ia tumbuh kembali, lebih lebat dari sebelumnya. Itulah yang tidak pernah dipahami oleh mereka yang menyerbu kantor PDI."
Menurut Hasto, filosofi akar rumput menjadi dasar karakter perjuangan partai untuk terus bergerak bersama rakyat kecil dalam menjalankan politik.
Peringatan Kudatuli Diisi Teatrikal dan RuwatanPeringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli diawali dengan pementasan teatrikal yang menggambarkan penyerbuan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 oleh massa PDI kubu Soerjadi yang didukung rezim Orde Baru terhadap pendukung Megawati Soekarnoputri.
Setelah pementasan, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi ruwatan kebangsaan yang dipimpin masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang, Banten Kidul, sebagai simbol pembersihan batin, merawat ingatan kolektif, dan mendoakan para korban peristiwa tersebut.
Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan seni tradisional Ngarengkong dari masyarakat adat Kasepuhan Cilebang serta pembacaan puisi berjudul "Melawan dan Berjuang" oleh seniman Butet Kartaredjasa.





Komentar (0)