Gresik (beritajatim.com)- Musim kemarau yang berlangsung pada 2026 menjadi angin segar bagi sektor perkebunan tembakau di Kabupaten Gresik. Kondisi cuaca yang kering dinilai menciptakan iklim ideal bagi pertumbuhan tanaman, sehingga mendorong peningkatan luas tanam sekaligus membuka peluang kenaikan nilai ekonomi bagi petani.
Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik mencatat target luas tanam tembakau tahun ini mencapai 258 hektare atau meningkat signifikan dibandingkan luas panen tahun 2025 yang tercatat 170,5 hektare.
Hingga saat ini, realisasi tanam telah menyentuh sekitar 158 hektare dan diperkirakan masih terus bertambah karena musim tanam berlangsung hingga September.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertan Kabupaten Gresik, Choirul Fatikin mengatakan, musim tanam tembakau berlangsung mulai Juli hingga September dengan masa budidaya sekitar 120 hingga 150 hari.
Menurutnya, tembakau masih menjadi salah satu komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang mampu memberikan keuntungan bagi petani apabila didukung kondisi cuaca serta teknik budidaya yang tepat.
“Musim kemarau yang cukup panjang saat ini sangat mendukung perkembangan dan produksi tembakau. Kondisi ini menjadi momentum bagi petani untuk meningkatkan hasil panen,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Sentra budidaya tembakau di Kabupaten Gresik tersebar di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Wringinanom, Menganti, Driyorejo, Bungah, dan Dukun. Dari sejumlah wilayah tersebut, Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme menjadi kawasan dengan potensi pengembangan terbesar.
Mayoritas petani menanam varietas Jinten Pakpei yang selama ini dikenal memiliki permintaan pasar cukup tinggi. Dalam pemasarannya, sebagian petani telah menjalin kemitraan dengan perusahaan seperti PT Sadana dan Marabu, sementara lainnya memilih mengelola usaha tani secara mandiri melalui pola intensifikasi.
Saat ini usia tanaman di lahan petani bervariasi, mulai tiga minggu hingga sekitar 40 hari. Dengan kondisi cuaca yang tetap stabil, Dispertan optimistis produktivitas maupun kualitas daun tembakau tahun ini akan lebih baik dibanding musim sebelumnya.
Selain mengejar peningkatan produksi, pemerintah daerah juga berharap hasil panen nantinya dapat terserap maksimal oleh industri dengan harga yang menguntungkan petani.
Kepastian pasar dinilai menjadi faktor penting agar investasi budidaya yang membutuhkan biaya dan tenaga cukup besar mampu memberikan keuntungan yang layak.
Dispertan Gresik pun mengimbau petani untuk terus menjaga kualitas tanaman melalui perawatan intensif, mulai dari penyiraman sesuai kebutuhan, penggemburan tanah, hingga pengaturan jarak tanam yang ideal.
“Saya yakin petani tembakau Gresik diyakini mampu menghasilkan daun tembakau berkualitas tinggi dengan nilai jual yang lebih kompetitif di pasaran,” pungkas Choiril Fatikin. [dny/but]





Komentar (0)