Inovasi Drone Pertanian Unhas Dorong Modernisasi dan Swasembada Pangan Nasional

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat perannya dalam modernisasi pertanian Indonesia melalui pengembangan dan penyebarluasan Unhas Sprayer-Spreader Drone (USD), teknologi pertanian presisi yang kini mulai didistribusikan secara nasional dengan dukungan Kementerian Pertanian. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya padi sekaligus memperkuat program swasembada pangan.

Kementerian Pertanian memberikan dukungan pengadaan USD senilai Rp11 miliar sebagai wujud kepercayaan terhadap inovasi hasil riset Unhas. Sebanyak 50 unit USD mulai didistribusikan ke 46 kabupaten/kota di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua sebagai langkah awal penyebarluasan teknologi ini kepada petani di berbagai daerah.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., secara simbolis melepas 15 unit USD di Lantai Dasar Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu (25/07). Kegiatan ini menandai komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.

USD menggabungkan sistem navigasi berbasis Global Positioning System (GPS) dengan mekanisme penyemprotan dan penaburan benih otomatis yang memungkinkan distribusi benih lebih merata dan penggunaan bahan lebih efisien. Dengan kapasitas tangki benih besar dan sistem kontrol otomatis yang mudah dioperasikan, drone ini mampu menjangkau area tanam luas tanpa memerlukan pengetahuan teknis mendalam dari petani.

“Pertanian modern membutuhkan peralatan modern. Teknologi harus hadir sebagai solusi nyata untuk mendukung swasembada pangan. Drone ini bukan lagi sekadar prototipe, tetapi aksi nyata penguatan industri pertanian modern,” jelas Prof. JJ.

Semua komponen USD merupakan hasil karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Unhas. Prof. JJ menegaskan bahwa keberhasilan ini membuktikan kapasitas perguruan tinggi Indonesia dalam menghasilkan teknologi strategis yang mampu bersaing sekaligus menjawab kebutuhan nasional.

“Ini adalah drone buatan anak bangsa, buatan Unhas. Ini membuktikan anak bangsa mampu mengembangkan teknologi sendiri. Kita ingin membangun kemandirian teknologi sebagai pondasi menuju Indonesia Emas,” tambahnya.

Dr. Eng. Andi Amijoyo Mochtar, S.T., M.Sc., Kepala Subdirektorat Pengelolaan Inkubator dan Science Techno Park Unhas sekaligus pengembang USD, menambahkan, “Pengembangan tahun depan akan kita optimalkan masuk ke tahap manufaktur. Identitas drone ini adalah Unhas. Kami membangun komitmen bersama agar inovasi ini terus berkembang melalui kolaborasi berbagai pihak.”

Unhas menggandeng PT Ener Sky Innovation sebagai mitra industri untuk mendukung pengembangan USD menuju tahap manufaktur dan memperkuat kapasitas produksi. Pengembangan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Dengan membawa teknologi dari laboratorium menuju sawah, Unhas membuktikan bahwa riset tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga menciptakan solusi nyata bagi masa depan pertanian Indonesia. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bocah 9 Tahun Jadi Raja, Punya 10 Istri hingga Koleksi 44 Mobil Mewah
• 7 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Hajar Kamboja di Babak Pertama? Statistik Mengerikan John Herdman Ini Bisa Kembali Tercipta
• 21 jam lalu
0
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 2 jam lalu
0
thumb
Wow! AHY Bakal Silaturahmi ke Tokoh Bangsa, Sinyal Menuju 2029?
• 10 jam lalu
0
thumb
Ricuh! Bentrokan Antarwarga di Menteng, 1 Orang Tewas dan 1 Luka Serius | KOMPAS PETANG
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.