Ekosistem Investasi Indonesia Timur Perlu Diperkuat, Ini Strateginya

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Potensi investasi di Indonesia Timur dinilai masih terbuka lebar, namun memerlukan ekosistem yang mampu mempertemukan peluang usaha dengan investor. North Sulawesi Investment Group (NSIG) menyatakan akan memperkuat konektivitas tersebut melalui pendampingan investasi, riset potensi daerah, dan kolaborasi dengan pemerintah maupun pelaku usaha.

NSIG yang bernaung di bawah PT Nusantara Sinergi Investama Global (PT NSIG) memperkenalkan komitmennya untuk mendukung pengembangan investasi di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur melalui pendekatan yang mengedepankan tata kelola, kepatuhan hukum, serta pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga
  • Perkuat Daya Tarik Investasi PSEL, PLN Siapkan Kontrak Listrik Jangka Panjang
  • Imigrasi Blora Deportasi Empat WNA, Kerja di Proyek Konstruksi Pakai Visa Prainvestasi
  • BEI dan OJK Papua Perkuat Literasi Investasi untuk Ketahanan Usaha Konsultan

Managing Director NSIG Corry Angelica Waleleng mengatakan, Indonesia Timur memiliki kekayaan sumber daya alam dan peluang investasi yang besar. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung oleh ekosistem yang mampu mempertemukan investor dengan peluang usaha yang tepat sekaligus memastikan investasi memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.

“NSIG hadir untuk memberikan solusi nyata melalui pendampingan investasi yang profesional dan bertanggung jawab. Kami ingin memastikan investasi yang masuk ke Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek hukum, sosial, dan lingkungan,” kata Corry dalam keterangan tertulis, Ahad (26/7).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

NSIG menyediakan layanan pendampingan investasi melalui skema business to business (B2B) dan business to government (B2G). Pendampingan tersebut didukung riset potensi daerah, penyusunan analisis investasi, serta penyelenggaraan forum business matching yang mempertemukan investor dengan pemerintah daerah maupun pelaku usaha.

“Melalui riset yang komprehensif, kami membantu memetakan peluang investasi secara lebih presisi sehingga investasi yang masuk tidak hanya strategis secara komersial, tetapi juga mampu mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Corry.

Managing Director NSIG Corry Angelica Waleleng. - (Ist)

NSIG memfokuskan pendampingannya pada sejumlah sektor strategis, antara lain pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, pariwisata, penyedia jasa, pertambangan, dan infrastruktur. Lembaga tersebut juga menyatakan akan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari pengembangan investasi jangka panjang.

Sebagai langkah memperluas jejaring internasional, NSIG telah menggelar pertemuan bisnis di Shenzhen, China, pada 2 Juli 2026. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan peluang investasi Sulawesi Utara kepada mitra bisnis internasional sekaligus menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asal China dan firma hukum internasional.

Menurut Corry, minat investor internasional terhadap Indonesia terus meningkat, terutama pada sektor yang memiliki potensi pengembangan industri berbasis sumber daya alam.

“Kami percaya investasi yang berkualitas adalah investasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah. Karena itu, kami mengedepankan kemitraan dengan investor yang memiliki visi membangun, termasuk dalam pengembangan industri kelapa dan sektor-sektor unggulan lainnya di Sulawesi Utara,” katanya.

Ke depan, NSIG membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, asosiasi dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, serta organisasi pembangunan internasional. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat iklim investasi, meningkatkan daya saing daerah, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kabar Duka! Juru Bicara IKN Troy Pantouw Meninggal Dunia
• 11 jam lalu
0
thumb
Detik-Detik KM Genius Tenggelam di Perairan Banyuwangi, 6 ABK Dievakuasi Tim SAR | KOMPAS SIANG
• 12 jam lalu
0
thumb
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Besok 27 Juli 2026, Waspadai Angin Kencang
• 4 jam lalu
0
thumb
Fajar/Fikri Pertahankan Gelar Juara China Open 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Adhyaksa FC ganti nama jadi Isen Mulang FC
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.