Manila: Menteri Luar Negeri Sugiono kembali mendorong percepatan penandatanganan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia–EU CEPA) dengan Uni Eropa.
Dorongan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, di sela-sela Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers' Meeting (AMM), Post-Ministerial Conferences (PMC), dan Related Meetings di Manila, Filipina.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono menegaskan bahwa penyelesaian Indonesia–EU CEPA akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak.
"Penandatanganan Indonesia–EU CEPA sangat strategis untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi Indonesia–Uni Eropa," ujar Menlu Sugiono, dalam keterangan di situs Kemlu RI, Sabtu, 25 Juli 2026.
Selain membahas percepatan penyelesaian CEPA, Indonesia dan Uni Eropa juga sepakat memperkuat kerja sama di sektor energi, khususnya dalam pengembangan transisi energi, energi terbarukan, serta investasi berkelanjutan.
Menlu Sugiono menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan dan memandang kemitraan dengan Uni Eropa sebagai salah satu faktor penting untuk mewujudkan potensi tersebut.
"Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Kerja sama dengan Uni Eropa penting dalam merealisasikan potensi tersebut," katanya.
Pertemuan bilateral itu juga membahas sejumlah isu regional dan global. Kedua pihak menekankan pentingnya penyelesaian berbagai konflik melalui dialog dan diplomasi guna mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dan Uni Eropa untuk terus memperkuat kemitraan strategis, baik di bidang ekonomi maupun dalam menghadapi berbagai tantangan global melalui kerja sama yang lebih erat.
Baca juga: Indonesia Dorong ASEAN-Uni Eropa Perkuat Peran sebagai Pilar Stabilitas dan Kesejahteraan Global





Komentar (0)