AS Disebut Siapkan Operasi Militer untuk Rebut Uranium dari Fasilitas Nuklir Iran

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah pakar keamanan menilai Amerika Serikat dapat mempertimbangkan operasi militer khusus untuk mengamankan persediaan uranium yang telah diperkaya milik Iran apabila upaya diplomatik terkait program nuklir Teheran tidak membuahkan hasil.

Skenario tersebut diungkapkan oleh Joseph Rodgers Wakil Direktur Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Menurutnya, opsi militer dinilai semakin relevan apabila negosiasi mengenai program nuklir Iran terus mengalami kebuntuan.

“Saya benci mengatakannya, tetapi saya pikir cara yang paling mungkin untuk menyingkirkan material nuklir Iran, setidaknya yang mereka miliki saat ini, adalah melalui operasi militer karena negosiasi tidak menunjukkan kemajuan yang cepat,” kata Rodgers dilansir dari New York Post.

Berdasarkan sumber yang mengetahui perencanaan militer, operasi tersebut diperkirakan akan melibatkan ribuan personel militer untuk menguasai fasilitas nuklir Iran yang memiliki sistem pertahanan berlapis.

Pasukan darat disebut harus mengamankan area sekitar fasilitas, menghadapi kemungkinan adanya jebakan atau ranjau, membuka akses menuju lokasi penyimpanan material nuklir, hingga mengawal jalur evakuasi.

Setelah kawasan dinyatakan aman, tim kecil pasukan operasi khusus akan bertugas mengambil uranium yang telah diperkaya. Proses tersebut disebut memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi.

“Saya pikir ini akan menjadi salah satu, bahkan mungkin operasi paling canggih dalam sejarah militer,” ujar Rodgers.

Ia menambahkan bahwa operasi seperti itu membutuhkan dukungan logistik yang sangat besar di wilayah yang masih diperebutkan.

Laporan tersebut menyebut fasilitas nuklir Fordo dan Isfahan menjadi lokasi utama yang diperkirakan menyimpan material nuklir Iran.

Selain itu, kawasan Pickaxe Mountain di dekat Natanz juga menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai pemindahan ratusan sentrifugal nuklir ke lokasi tersebut.

Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran pada 2025 dilaporkan memiliki lebih dari 20.000 pon uranium yang telah diperkaya.

Richard Goldberg mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat yang menangani isu senjata pemusnah massal Iran mengatakan, operasi semacam itu memerlukan penguasaan penuh terhadap wilayah sekitar serta koridor udara untuk mendukung proses evakuasi.

“Anda harus menciptakan perimeter keamanan di seluruh lokasi yang menjadi target. Itu membutuhkan pasukan darat untuk mengamankan area dan memastikan jalur konvoi menuju landasan udara tetap aman,” kata Goldberg.

Goldberg mengatakan, berbagai laporan menunjukkan Iran telah memperkuat pertahanan di sekitar fasilitas nuklir Isfahan dengan memasang jebakan serta menempatkan pasukan pengamanan tambahan.

“Kami telah melihat laporan bahwa Iran memperkuat fasilitas di Isfahan, memasang jebakan, dan kemungkinan menempatkan pasukan di sekelilingnya,” ujarnya.

Ia menilai tidak ada lagi unsur kejutan dalam operasi semacam itu karena kedua belah pihak sama-sama mengetahui lokasi fasilitas yang menjadi sasaran. (saf/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Resmi Jadi Pelatih Dewa United, Osmar Loss Siap Bawa Banten Warriors Naik Level di Super League 2026/2027
• 15 jam lalu
0
thumb
30 Tahun Peristiwa Kudatuli, PDIP Desak Aktor Intelektual Diungkap
• 3 jam lalu
0
thumb
Gagal Dapatkan Adrian Dalmau, Dusan Lagator Dibidik Tim Lain, PSM Makassar Ubah Strategi Rekrutmen Demi Penuhi Keinginan Darije Kalezic
• 5 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming Piala Presiden 2026: PSMS Medan Vs Port FC
• 6 jam lalu
0
thumb
Mesir Perkuat Diplomasi dengan Iran dan Oman untuk Redakan Ketegangan Kawasan serta Jaga Kebebasan Navigasi
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.