JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di tujuh wilayah Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Senin (27/7/2026).
Potensi cuaca tersebut dipicu dua sirkulasi siklonik yang masih aktif di Samudra Pasifik utara Papua dan Selat Makassar.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru BMKG, Minggu (26/7/2026), kedua sirkulasi siklonik tersebut memicu terbentuknya daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Masuk Kemarau, Hujan dan Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi hingga 31 Juli 2026, Ini Kata BMKG
Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan di berbagai daerah Indonesia.
BMKG mencatat sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Pasifik utara Papua dan Selat Makassar.
Sistem tersebut menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Papua, perairan timur Filipina, sekitar Selat Makassar, serta di sekitar pusat sirkulasi siklonik.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi sejumlah daerah perlambatan angin (konvergensi), yakni di Kepulauan Simeulue, Selat Malaka, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, perairan timur Sulawesi Tenggara, serta Laut Seram.
Sementara itu, daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Laut China Selatan, Laut Jawa, Laut Halmahera, Laut Flores, dan Samudra Pasifik utara Papua.
Baca Juga: Siklon Tropis Noul Diprediksi Menguat Jadi Kategori 2, BMKG Ungkap Wilayah Ini Waspada Hujan Lebat
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- cuaca besok
- prakiraan cuaca BMKG
- cuaca 27 Juli 2026
- sirkulasi siklonik
- wilayah berpotensi hujan
- konvergensi atmosfer






Komentar (0)