Peremajaan Gedung Sekolah di Jakarta Terhambat Akibat Pemangkasan DBH

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemangkasan Dana Bagu Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat (pempus) memicu terhambatnya peremajaan gedung sekolah di Jakarta.

Adapun akibat pemotongan DBH, APBD DKI 2026 yang telah disusun sekitar Rp95 trilun hanya menjadi Rp79 triliun.

BACA JUGA:Telkom Hadirkan Antares Eazy, Pemantau Pemeliharaan Gedung Sekolah Berbasis Al

Imbasnya, Pemprov DKI melakukan efisiensi pada pos anggaran yang tidak mendesak.

Pos anggaran yang diefisiensi salah satunya untuk perbaikan atau renovasi gedung sekolah yang sudah tidak layak guna.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, sebenarnya terdapat 22 gedung sekolah yang akan direnovasi tahun 2026.

Namun karena efisiensi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI hanya mampu merenovasi hingga merehabilitasi total 7 gedung sekolah.

BACA JUGA:Geger Ratusan Kutang Berserakan di Bekas Gedung Sekolah Bojonegoro, Jumlahnya Ratusan

"Karena kemudian ada pemotongan DBH, dari 22 itu menjadi 7 yang dijalankan," kata Pramono saat kegiatan CFD Rasuna Said pada Minggu, 26 Juli 2026.

Dari 7 yang akan diremajakan, 4 gedung sekolah yang kondisinya paling kritis akan direhabilitasi total dengan anggaran sekitar Rp249 miliar.

Empat sekolah tersebut meliputi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang akan diregrouping dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11, SMAN 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN Papanggo 01 bersama TKN Papanggo 01.

"Keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi prioritas. Karena itu, kegiatan belajar mengajar telah direlokasi ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 sejak November 2024 agar tetap berlangsung dengan aman," ujar Pramono saat meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan pada Jumat, 24 Juli 2026.

BACA JUGA:KPAI Dalami Dugaan Bullying Siswa SMPN yang Jatuh dari Lantai 3 Gedung Sekolah

Untuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan penataan melalui skema regrouping.

Langkah tersebut memungkinkan pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan representatif dalam satu kawasan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri Pariwisata Sebut JFC Punya Potensi Jadi Agenda Internasional
• 3 jam lalu
0
thumb
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
• 9 jam lalu
0
thumb
Teror Pesta Berlin Pride: Mendagri Jerman Tuding Ulah Kelompok Islamis
• 1 jam lalu
0
thumb
Senin, Sebagian besar Jakarta berpotensi berawan seharian
• 37 menit lalu
0
thumb
Bamsoet: Indonesia Masih Kekurangan Advokat, Akses Keadilan Harus Diperluas
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.