PLN Indonesia Power Tanam 15 Ribu Mangrove di Tahura Ngurah Rai untuk Perkuat Konservasi Lingkungan

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PLN Indonesia Power menanam 15 ribu bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan.

Penanaman Mangrove Libatkan Pemerintah dan Masyarakat

Kegiatan penanaman dilakukan bersama Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran PLN, serta masyarakat setempat.

Senior Manajer PLN Indonesia Power UBP Bali Made Hartayasa mengatakan perusahaan tidak hanya berkomitmen menyediakan energi listrik yang andal dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan, "Hari ini, kami menanam kurang lebih 15 ribu pohon mangrove. Kami tidak hanya menyediakan energi listrik yang andal, ramah lingkungan, tetapi kami juga berkomitmen memberikan manfaat seluas-luasnya, memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat."

Made menjelaskan PLN Indonesia Power telah mendampingi kelompok mitra binaan di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang sejak 2020 melalui program konservasi, pemberdayaan nelayan, kelompok perempuan, generasi muda, dan pengembangan ekowisata.

Sebanyak 15 ribu bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata akan ditanam secara bertahap di kawasan Tahura Ngurah Rai yang memiliki luas sekitar 1.373,5 hektare dengan metode penanaman hasil inovasi kelompok mitra binaan.

Konservasi Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir

PLN Indonesia Power menegaskan program tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga pemeliharaan agar seluruh bibit dapat tumbuh dan menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.

Program konservasi itu melibatkan sekitar 41 nelayan dan sekitar 250 warga yang terdiri atas nelayan, kelompok perempuan, dan pemuda.

Masyarakat juga didorong mengembangkan produk hasil hutan bukan kayu mangrove, seperti sirup dan stik mangrove, serta mengelola ekowisata berbasis konservasi.

Menurut Made Hartayasa, program tersebut telah meningkatkan kualitas ekosistem mangrove, membantu menambah hasil tangkapan nelayan, serta memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat melalui aktivitas ekowisata.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologi Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal di Rusun ASN
• 11 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Berlenggak Santai Tanpa Borgol dan Rompi Pink
• 20 jam lalu
0
thumb
Belum Juga Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Isi Posisi Ketiga di Klasemen Grup A Piala AFF 2026, Kok Bisa?
• 21 jam lalu
0
thumb
AHY Pastikan Pemerintah Kawal Ketat Revitalisasi Sekolah di Seluruh Indonesia
• 4 jam lalu
0
thumb
LDNU PWNU Jawa Timur dan Unisma Menggelar Diklat Dai Gen Z 2026 untuk Mencetak Pendakwah Muda Moderat di Era Digital
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.