Mendagri Perkuat Pembinaan Kepala Daerah

metrotvnews.com
43 menit lalu
Cover Berita

Sumedang: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pemerintah terus memperkuat pembinaan dan evaluasi kepala daerah melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan integritas dan tata kelola pemerintahan daerah.

Tito mengatakan pembinaan dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari pembekalan kepala daerah setelah pelantikan, penguatan sistem pengawasan, hingga evaluasi berkelanjutan.

Menurut dia, mekanisme tersebut penting mengingat kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Sehingga, pendekatan pembinaan menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperkuat kapasitas penyelenggara pemerintahan daerah.

Dia menjelaskan pemerintah telah menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Ombudsman, serta sejumlah kementerian dan lembaga untuk mendukung penguatan integritas kepala daerah.

"Pembinaan mulai waktu mereka lolos, terpilih, dilantik, langsung dilakukan retret untuk mengembangkan wawasan mereka. KPK juga mengisi, BPKP mengisi, para menteri mengisi, untuk membekali mereka kemampuan agar satu frekuensi dan integritasnya baik," kata Tito usai mengukuhkan wisudawan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dilansir dari Antara, Minggu, 26 Juli 2026.


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Antara

Selain pembekalan, pemerintah mengembangkan sistem pencegahan melalui Monitoring Center for Prevention (MCP) bersama KPK, serta Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang memungkinkan pemantauan pengelolaan keuangan daerah secara aktual.

Tito mengatakan Kemendagri bersama KPK juga akan membentuk 11 klaster pembinaan di berbagai daerah. Program tersebut melibatkan wakil kepala daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan DPRD, hingga anggota DPRD untuk mengidentifikasi potensi kerawanan korupsi dan menyusun rencana aksi pencegahan di masing-masing wilayah.

"Termasuk mengidentifikasi potensi-potensi korupsi daerah masing-masing dan rencana aksi tiap daerah. Apa yang mereka harus rumuskan? Itu maksudnya untuk membuat mereka 'jangan aneh-aneh'," ujar Tito.

Baca Juga :

11 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Apa yang Harus Dibenahi?
Menurut Tito, pemerintah tetap mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagai bagian dari fungsi pembinaan.

"Ya, pasti dievaluasi, tetap evaluasi," kata Tito.

Dia menambahkan keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan sistem yang dibangun pemerintah, tetapi juga integritas masing-masing kepala daerah.

"Namanya manusia, bukan mesin. Kembali kepada integritas masing-masing juga nanti. Mungkin ada yang sukses nanti, mungkin ada yang kena masalah, mudah-mudahan enggak ada. Anything can happen, kembali kepada integritas," ujar Tito.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sekjen AMPI Arief Rosyid Tekankan Pentingnya Geopolitik ASEAN dengan Majlis Belia Malaysia
• 3 jam lalu
0
thumb
Sarah Gibson Tolak Mentah-mentah Permintaan Maaf Suami yang Ketahuan Selingkuh
• 5 jam lalu
0
thumb
Kaesang Pangarep Umumkan Maju Pileg 2029: Saya Mohon Semuanya Solid
• 53 menit lalu
0
thumb
Kasus Satpam Bundaran HI Berakhir Damai, Bagaimana Kelanjutan Dugaan Pelanggaran Sopir Alphard?
• 23 jam lalu
0
thumb
AHY Luncurkan Garuda Finisher, Wadah Komunitas Lari Gen Z dan Milenial
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.