Cikarang, VIVA – Perkembangan teknologi sepeda motor yang semakin canggih, mulai dari fitur elektronik hingga era elektrifikasi, membuat sebagian orang menganggap profesi mekanik perlahan akan kehilangan pamornya. Namun, PT Astra Honda Motor (AHM) justru melihat kondisi yang berbeda di lapangan.
Minat generasi muda untuk menjadi teknisi sepeda motor dinilai masih tinggi. Hal itu diungkapkan AHM dalam gelaran Astra Honda Technical Skill Contest (AH-TSC) 2026, kompetisi yang menjadi ajang adu kemampuan teknisi dan service advisor terbaik dari jaringan AHASS di seluruh Indonesia.
General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan profesi teknisi masih memiliki prospek yang menjanjikan selama industri sepeda motor terus berkembang.
"Kalau saya melihat profesi ini akan selalu menarik. Tentunya selama ekosistem industri masih ada. Acara seperti ini selain menguji kemampuan mereka, juga membangun kebanggaan terhadap profesi teknisi," ujar Muhibbuddin di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Menurutnya, anggapan bahwa anak muda mulai enggan menjadi mekanik tidak sejalan dengan kondisi yang ditemui AHM. Justru setiap tahun masih banyak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), yang ingin berkarier sebagai teknisi Honda.
Ia menyebut tingginya minat tersebut menjadi salah satu indikator bahwa profesi mekanik masih memiliki masa depan yang baik. Kebutuhan akan teknisi juga diperkirakan tetap besar seiring populasi sepeda motor di Indonesia yang terus bertambah.
"Kalau melihat dari dunia vokasi, dari tahun ke tahun jumlah siswa yang ingin menjadi teknisi masih tinggi. Itu menjadi salah satu indikator bahwa profesi ini masih diminati anak-anak muda," katanya.
Muhibbuddin menambahkan, untuk menjaga regenerasi teknisi, AHM tidak hanya melakukan rekrutmen lulusan SMK. Perusahaan juga aktif melakukan pembinaan melalui program vokasi yang telah berjalan di berbagai daerah.
Salah satunya melalui Festival Vokasi Astra Honda yang menjadi wadah bagi siswa SMK mengasah kemampuan teknis sebelum memasuki dunia kerja. Program tersebut juga menjadi jalur awal untuk menemukan bibit-bibit teknisi berprestasi yang nantinya dapat bergabung dengan jaringan AHASS.






Komentar (0)