Serius Kawal Anies Baswedan ke Pemilu 2029, Sahrin Hamid Lepas Jabatan Komisaris Jakpro Usai Pimpin Partai Gerakan Rakyat

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro) setelah menerima mandat memimpin partai politik yang baru dideklarasikan. Keputusan itu diambil karena status sebagai pengurus partai dinilai tidak sejalan dengan persyaratan jabatan komisaris BUMD.

Sahrin, yang juga merupakan juru bicara Anies Baswedan pada Pilpres 2024, menyampaikan surat pengunduran dirinya langsung kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung. Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas amanah yang diterimanya sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat periode 2026–2031 sekaligus bentuk kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Sahrin mengatakan dirinya ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat dalam Rapat Kerja Nasional I Gerakan Rakyat pada 18 Januari 2026. Menurutnya, mandat itu mengharuskannya segera menyusun kepengurusan partai di seluruh tingkatan.

"Pada tanggal 18 Januari 2026 di Jakarta, di dalam Rapat Kerja Nasional I 2026 Gerakan Rakyat, kami ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat periode 2026-2031 dan diberi mandat untuk menyusun kepengurusan partai di semua tingkatan," kata Sahrin, Kamis (22/1/2026).

Ia menegaskan salah satu syarat untuk menjabat sebagai komisaris adalah tidak berasal dari partai politik. Karena itu, demi menjaga integritas dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum, ia memilih mengakhiri posisinya di Jakpro.

"Persyaratan untuk menjabat komisaris tidak diperbolehkan berasal dari partai politik," ujarnya.

Pengunduran diri Sahrin terjadi di tengah transformasi Gerakan Rakyat dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik. Dalam Rakernas, Gerakan Rakyat secara resmi menetapkan pendirian Partai Gerakan Rakyat sebagai kendaraan politik baru.

Baca Juga: Anies Baswedan 'Dijanjikan' Diusung di Pemilu 2029, Tetapi Tak Masuk Struktur Partai Gerakan Rakyat

Bersamaan dengan deklarasi tersebut, Sahrin juga menegaskan target politik partainya, yakni mengusung Anies Baswedan sebagai pemimpin nasional pada masa mendatang.

"Kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan," ujar Sahrin.

Ia menambahkan, perjuangan Gerakan Rakyat yang dimulai sejak 2023 kini memasuki babak baru dengan berubah menjadi partai politik. Menurutnya, proses mendirikan partai di Indonesia bukanlah hal mudah karena harus memenuhi berbagai persyaratan yang berat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
• 18 jam lalu
0
thumb
PDIP Jatim Soroti Persoalan Anak Muda, dari Lapangan Kerja hingga Biaya Hidup
• 22 jam lalu
0
thumb
Nostalgia Masa Kecil: Bermain Congklak dan Bekel di CFD Rasuna Said
• 2 jam lalu
0
thumb
Buntut Panjang Cekcok Satpam Bundaran HI dan Sopir Alphard, Sanksi hingga Pelat Palsu Terungkap
• 6 jam lalu
0
thumb
Sisa Kuota Internet Itu Tak Lagi Hilang Sia-sia
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.