KKP Merehabilitasi 90 Dapur Produksi Garam di Pidie untuk Meningkatkan Produktivitas Petani

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merehabilitasi 90 unit dapur produksi garam di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, sebagai upaya meningkatkan produktivitas petani garam dan mempercepat peningkatan produksi garam nasional.

Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktapura menyampaikan rehabilitasi tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan usaha garam rakyat saat mengunjungi lahan produksi dan dapur garam yang dikelola masyarakat di Kabupaten Pidie, Sabtu (25/7).

Ia juga berdialog dengan pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan kelompok usaha garam rakyat untuk membahas perkembangan usaha garam di Kabupaten Pidie.

Rehabilitasi dan Bantuan Sarana Produksi

Sebanyak 90 titik dapur garam akan direhabilitasi di Kecamatan Kembang Tanjong, Kecamatan Simpang Tiga, dan Kecamatan Kota Sigli.

Andy Artha Donny Oktapura berharap rehabilitasi dapur garam mampu meningkatkan produksi garam sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para petani.

Selain rehabilitasi dapur garam, KKP menyalurkan brine refinery system (BRS) kepada Kelompok Baro Hudep di Desa Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga.

BRS merupakan mesin penyulingan dan pemurnian air tua sisa pengolahan garam menjadi air tawar yang aman atau produk turunan yang memiliki nilai ekonomis.

KKP juga menyalurkan 180 unit tunnel garam geomembran kepada sembilan kelompok usaha garam yang berada di Desa Cebrek, Desa Peukan Sot, dan Gampong Ara.

Selain itu, KKP membangun saluran produksi garam sepanjang 2.150 meter di kawasan lahan garam Gampong Ara, Desa Pasi Ie Leubeue, dan Desa Keude Ie Leubeue.

KKP turut membangun satu unit gudang garam rakyat yang berlokasi di Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga.

Pengembangan Berlanjut pada 2027

Andy Artha Donny Oktapura menyatakan program pengembangan garam akan berlanjut pada 2027 untuk tahap berikutnya.

Ia mengungkapkan, "Kami optimistis dengan sinergi para pihak ini mampu mendukung terwujudnya kemandirian garam nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama di Kabupaten Pidie."

Kabupaten Pidie merupakan sentra produksi garam rakyat di Provinsi Aceh dengan produksi pada 2025 mencapai 5,7 juta kilogram atau mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan garam di Provinsi Aceh.

Andy Artha Donny Oktapura berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan kelompok usaha garam rakyat semakin kuat untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing garam rakyat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tanpa Ole Romeny, Begini Prediksi Lini Depan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 vs Kamboja: Racikan Maut Formasi 3-4-2-1 John Herdman
• 22 jam lalu
0
thumb
Kisah Dua Putra Daerah di Garda Depan Tim Ekspedisi Patriot 2026
• 1 jam lalu
0
thumb
Danantara Tunjuk Sufocindo Jadi Verifikator Tata Kelola Ekspor Batu Bara dkk
• 23 jam lalu
0
thumb
Di Balik Momen Duka, Sejarah Pemberian Nama Prada Arif Budi Sampurna Kembali Viral
• 9 jam lalu
0
thumb
Tingginya Kasus Penyakit Gigi, Mahasiswa KKN-PK FKG Unhas Hadirkan Program Gercep di Kelurahan Macorawalie
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.