Simak Perbedaan Cooling Break Piala Presiden dengan Hydration Break Piala Dunia

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Piala Presiden 2026 resmi bergulir di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu, 25 Juli 2026. Di sela pertandingan, terdapat hal menarik yaitu adanya cooling break seperti hydration break di Piala Dunia 2026.

Adanya momen tersebut memantik respons beragam dari penonton pertandingan. Di media X, tak sedikit yang mempertanyakan momen tersebut, termasuk menyamakan dengan pertandingan Piala Dunia 2026.

Lantas, adakah perbedaan cooling break di Piala Presiden 2026 dengan hydration break di Piala Dunia 2026? Simak penjelasannya berikut ini. Cooling Break dan Hydration Break Secara makna, baik cooling break maupun hydration break tidak jauh berbeda. Keduanya merupakan jeda minum pemain di tengah lapangan.

Secara waktu, keduanya pun mirip yaitu tiga menit tiap babak atau enam menit untuk keseluruhan pertandingan.

Aturan ini diberlakukan pertama kali pada Piala Dunia Klub tahun 2025. Tujuannya untuk memastikan kondisi terbaik bagi semua tim, di semua pertandingan.

"Untuk setiap pertandingan, di mana pun pertandingan dimainkan, terlepas dari apakah ada atap, (atau) suhu, akan ada istirahat minum selama tiga menit," kata Kepala Petugas Turnamen FIFA untuk Piala Dunia 2026, Manolo Zubiria, dikutip dari laman FIFA, Sabtu, 25 Juli 2026.

Selain istirahat, hydration break juga bisa menjadi momen pelatih untuk menyampaikan strategi baru kepada para pemain. Perbedaan Tipis Salah satu alasan adanya hydration break adalah antisipasi cuaca panas di negara-negara penyelenggara. Dengan demikian, pemain memiliki waktu untuk menurunkan suhu tubuh dan dapat berlaga dengan maksimal.

Perbedaannya dengan cooling break sangat tipis. Cooling break memang bukan untuk mengantisipasi cuaca, tapi kondisi pemain.

Trofi Piala Presiden. Foto: Instagram/officialpialapresiden

Piala Presiden merupakan turnamen pramusim. Itu berarti para pemain yang berlaga masih dalam masa transisi dari libur kompetisi sehingga butuh pembiasaan untuk bisa bermain selama satu babak penuh. Jadi Kontroversi Hydration break tak luput dari kritik. Baik pemain, pelatih, bahkan lembaga ada yang mempertanyakan aturan tersebut.

Dari segi permainan, hydration break dianggap menghilangkan momentum ketika salah satu tim mengendalikan permainan.

Baca Juga :

Hasil Pertandingan Persib vs Arema: Barros Bawa Maung Bandung Raih Tiga Poin
Salah satunya datang dari UEFA. Menurut UEFA, langkah tersebut membagi pertandingan menjadi empat kuarter dan memungkinkan penyiar untuk menayangkan iklan.

Hal tersebut tidak sepenuhnya keliru. Faktanya, ketika hydration break berlangsung, tayangan iklan mengisi siaran pertandingan, begitu juga saat cooling break Piala Presiden.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Misi Tersembunyi Reidel Toiran di Balik Keberhasilan Timnas Indonesia Lolos Semifinal SEA V Cup 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Buat Sayembara untuk Tangkap Maling, Copet, Rampok hingga Begal di Jabar, Hadiahnya Rp 50 Juta!
• 18 jam lalu
0
thumb
Shin Tae-yon Sebut Persiapan Persija Belum Ideal Jelang Piala Presiden 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Detik-Detik Don Ritto Dibawa Mobil Tahanan, Pasca Eks Jampidsus Resmi Tersangka!
• 22 jam lalu
0
thumb
Juru Bicara Otorita IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia karena Sebab Alami
• 27 menit lalu
0
Berhasil disimpan.