Mendagri Puji PTT Program BSPS di Bandung, Dinilai Terbuka & Transparan

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyaksikan langsung simulasi Pemilihan Toko Terbuka (PTT) atau 'tender rakyat' dalam pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Bandung. Ia mengapresiasi mekanisme tersebut karena dinilai terbuka dan transparan.

Hal itu ia sampaikan saat meninjau program perumahan rakyat di Desa Cilampeni, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Tito menilai melalui PTT para pemilik toko dapat menampilkan jenis bahan bangunan yang ditawarkan beserta harganya secara terbuka.

"Saya sudah sering ikut sama beliau (Menteri PKP). Ini salah satu program yang bagus sekali, karena ada tender rakyat ini, uangnya semuanya serba terbuka. Semua transparan ya," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

Baca juga: Marak Kepala Daerah Kena OTT, Mendagri Usul Aturan Pembatasan Biaya Kampanye

Dalam kesempatan itu, Tito turut berdialog langsung dengan para pemilik toko bangunan. Ia mengecek sekaligus memverifikasi data bahan bangunan dan harga yang ditampilkan.

Tito menyambut positif mekanisme tersebut karena memungkinkan masyarakat memperoleh bahan bangunan berkualitas dengan harga yang lebih rendah.

"Artinya siapa yang paling murah itu akan menang. Dan kemudian sisa uangnya dikembalikan lagi kepada rakyat. Silakan berembuk buat apa," sambung Tito.

Lebih lanjut, Tito mengatakan pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memperoleh hunian layak.

Salah satunya melalui pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR.

Baca juga: Mendagri Dorong Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

"Sekarang untuk khusus masyarakat berpenghasilan rendah, turunkan, dinolkan. Nah, definisi masyarakat berpenghasilan rendah pun, oleh Pak Menteri PKP, sudah agak diperluas," tambahnya.

Tito berharap berbagai kemudahan tersebut dapat semakin mendorong perputaran ekonomi di daerah, khususnya di sektor perumahan. Ia juga mengimbau kepala daerah agar tidak khawatir terhadap kebijakan tersebut.

Pasalnya, meningkatnya pembangunan rumah akan memberikan dampak ekonomi yang pada akhirnya turut meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Dengan adanya rumahnya, tadinya tanahnya kosong, hanya dapat pajak bumi saja. Tapi kalau ada rumahnya, tahun depannya pajak bumi dan bangunan. Jadi PAD akan bertambah," tandasnya.




(anl/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BGN Nabire Sajikan Rendang Sapi untuk Program MBG, Meriahkan Hari Anak Nasional 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
PHE Pacu Energi Nasional Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi Wilayah Kerja Baru
• 5 jam lalu
0
thumb
Belajar Skema Tax Rebate Zakat dari Malaysia, Peneliti: Indonesia Perlu Kajian Matang
• 4 jam lalu
0
thumb
Resmi Berganti Nama! Veritas Intercultural School Siapkan Generasi Global Lewat Kurikulum IB
• 31 menit lalu
0
thumb
5 Kebiasan Hemat "In This Economy"
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.