Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa pasukan mereka menghentikan empat kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz selama 24 jam terakhir.
"Empat kapal yang bermaksud melintasi wilayah selatan Selat Hormuz melalui rute ilegal dan tidak aman dihentikan selama 24 jam terakhir setelah tembakan peringatan dilepaskan oleh Angkatan Laut IRGC," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2026). Disebutkan bahwa kapal-kapal itu kemudian "mengubah haluan".
Iran dalam beberapa pekan terakhir telah menyerang kapal-kapal tanker yang menggunakan rute di dekat pantai Oman untuk melintasi selat tersebut, dalam upaya untuk memaksa kapal-kapal tersebut menggunakan perairan Iran sendiri dan membayar untuk jalur aman.
Konflik Amerika Serikat dan Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dari konflik mereka setelah 13 malam berturut-turut terjadi serangan. Dengan pertempuran yang kembali berkobar dan diplomasi yang tidak pasti, kedua pihak melakukan langkah-langkah yang menunjukkan kemungkinan eskalasi.
Kedutaan Besar AS di Timur Tengah mulai memperingatkan warga Amerika di wilayah tersebut, bahwa pilihan untuk pergi mungkin menjadi lebih terbatas. Sementara Garda Revolusi Iran menyerukan penduduk negara-negara tetangga untuk menjauhi pangkalan-pangkalan militer yang ditempati pasukan AS.
Sebelumnya pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan para pembantu keamanan nasional untuk membahas situasi tentang Iran dan apakah pemerintah AS akan meningkatkan serangan militer. Belum jelas apakah ada keputusan yang dibuat dalam pertemuan tersebut, yang sebelumnya dilaporkan oleh The New York Times. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.
(ita/ita)






Komentar (0)