Terkunci Face ID, Ponsel Dokter PPDS yang Tewas di Siak Dibongkar di Labfor

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Siak -

Polres Siak mengungkap sejumlah temuan terkait kasus kematian ACL (30), seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) residen anestesi di RSUD Tengku Rafian, Siak. Temuan-temuan tersebut saat ini masih diperiksa di laboratorium forensik (Labfor).

"Selanjutnya, beberapa barang bukti sudah kami serahkan ke laboratorium forensik untuk dilakukan penelitian," ujar Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026).

Beberapa barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) sudah dikirim ke Labfor untuk diteliti, antara lain peralatan medis dan obat-obatan medis.

"Dan sampai sekarang kami juga masih menunggu hasil penelitian tersebut," imbuhnya.

Polisi juga memeriksa ponsel milik korban untuk mencari petunjuk terkait kematian korban. Ponsel tersebut dibawa ke labfor, karena ada beberapa aplikasi yang hanya bisa dibuka menggunakan face ID.

"Dan ada juga beberapa yang tidak bisa kita buka karena menggunakan face ID, sehingga sudah kita kirimkan ke Labfor untuk membuka itu (ponsel)," katanya.

Raja menyampaikan, dalam penyelidikan tersebut, pihak kepolisian mengedepankan metode penyelidikan ilmiah (scientific crime investigation) guna mendapatkan rangkaian peristiwa dan penyebab kematian korban secara utuh sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Kami juga melakukan penyelidikan dengan teknik dan taktik sebagaimana diatur dalam KUHAP baru dan SOP yang ada di kepolisian," imbuhnya.

Baca juga: Polisi Tunggu Hasil Autopsi Pastikan Penyebab Kematian Dokter PPDS di Siak

Istri dan Rekan Korban Diperiksa

Dalam pengembangan penyelidikan, Polres Siak telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Antara lain dari pihak rumah sakit, karyawan rumah sakit, staf rumah sakit.

"Dan kemudian kami juga telah meminta keterangan dari dokter pembimbing residen anastesi yang ada di RSUD Tengku Rafian Siak," imbuhnya.

Polisi juga telah memintai keterangan istri korban yang juga berprofesi sebagai dokter, YM (31), serta beberapa rekan sejawat korban.

"Yang mana, pada saat sebelum memberikan kesaksian, kami sudah bersama-sama dengan istri dan orang tua korban serta abang korban untuk membuka alat komunikasi korban yang ditemukan di TKP bersama korban," jelasnya.

Jenazah korban ditemukan pada Selasa, 14 Juli 2026, setelah istri korban mencari keberadaan sang suami. Sejak Senin (13/7) sore, istri korban, yang juga seorang dokter berinisial YM (31), mencari-cari keberadaan korban.

Hingga akhirnya pihak rumah sakit mengecek rekaman CCTV di sekitar rumah sakit. Dari rekaman CCTV tersebut tampak korban berjalan meninggalkan rumah sakit.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di semak belukar di samping rumah sakit. Sejauh ini belum diketahui apa penyebab kematian korban tersebut.

Baca juga: 5 Fakta Dokter PPDS Ditemukan Tewas di Semak Belukar di Siak




(mea/ygs)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri PANRB Sebut Wredatama Teladan Pengabdian, PWRI Didorong Perkuat Reformasi Birokrasi
• 11 jam lalu
0
thumb
Vicky Shu Temani Sang Ibu Jalani Pemulihan Usai Operasi
• 13 jam lalu
0
thumb
Menang di Laga Perdana Pramusim, Igor Tolic Puas dengan Performa Skuad Persib Bandung saat Bungkam Arema FC di Piala Presiden 2026
• 1 menit lalu
0
thumb
Eks Jampidsus Febrie Belum Putuskan Ajukan Praperadilan, Fokus Hadapi Kasus TPPU
• 13 jam lalu
0
thumb
Serapan Beras Bulog Tembus 3,5 Juta Ton hingga 24 Juli 2026
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.