Kabar wafatnya Fajar Listiyantara diumumkan langsung oleh PSS Sleman melalui unggahan di akun media sosial resmi klub. Dalam pernyataannya, klub berjuluk Super Elang Jawa tersebut menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang jasa dan pengabdian almarhum selama membela tim.
"Keluarga besar PSS Sleman mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Fajar Listiyantara, mantan pemain luar biasa untuk PSS Sleman," tulis PSS Sleman.
Klub juga mengapresiasi dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan Fajar selama menjadi bagian dari perjalanan PSS Sleman.
Baca Juga :
Piala Presiden 2026: Drama 4 Gol Warnai Hasil Imbang DPMM FC vs Tampines Rovers"Terima kasih atas dedikasi, perjuangan, nilai-nilai serta loyalitas yang telah diberikan dan tanamkan untuk PSS Sleman. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," lanjut pernyataan tersebut.
Fajar Listiyantara merupakan salah satu pesepak bola yang disegani di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pria kelahiran Kalasan, Sleman, itu memulai karier profesional bersama PSS Sleman ketika klub promosi ke Divisi Utama pada musim 1999/2000.
Selama berkarier, Fajar memperkuat PSS Sleman selama lima musim sebelum melanjutkan kiprahnya bersama PSIM Yogyakarta sekitar dua tahun. Penampilannya yang konsisten membuatnya menjadi salah satu pemain yang dikenang oleh suporter kedua klub.
Selain berkiprah di level klub, Fajar juga pernah membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23. Pada masa bermainnya, ia dikenal memiliki kemampuan lemparan ke dalam (throw-in) yang jauh dan akurat, sehingga kerap menjadi salah satu senjata andalan tim.
Setelah memutuskan pensiun dari sepak bola profesional, Fajar tetap mengabdikan dirinya untuk pembinaan pemain muda. Ia aktif menjadi pelatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) Potorono U-15 sebagai bentuk kontribusi dalam melahirkan bibit-bibit pesepak bola Indonesia.
Kepergian Fajar Listiyantara menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola nasional, khususnya masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Dedikasi, loyalitas, dan kecintaannya terhadap sepak bola akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah PSS Sleman dan sepak bola Indonesia.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)






Komentar (0)