Grid.ID - Keputusan Bernadya menggelar showcase bertajuk Semoga Hanya di Mimpi di Tennis Indoor Senayan bukanlah keputusan yang diambil secara kebetulan. Venue yang dikenal sebagai salah satu lokasi konser paling prestisius di Jakarta itu dipilih sebagai simbol langkah baru dalam perjalanan karier penyanyi sekaligus penulis lagu tersebut.
Bagi tim manajemen maupun Bernadya sendiri, pemilihan Tennis Indoor menjadi representasi dari keberanian untuk melangkah ke panggung yang lebih besar sekaligus menguji seberapa jauh karya-karyanya telah diterima oleh publik.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Adryanto Pratono saat ditemui di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (25/7/2026). Menurutnya, perpindahan venue dari Graha Bhakti Budaya menuju Tennis Indoor merupakan sebuah lompatan yang memang sudah waktunya dilakukan.
"Menurut saya ini lompatan yang diperlukan gitu. Setelah sebelumnya kita bikin babak penutup di GBB (Graha Bhakti Budaya), menurut saya pindah ke Tennis Indoor adalah salah satu lompatan yang diperlukan Bernadya karena ini adalah tantangan baru, menaklukkan panggung yang lebih besar dengan penonton indoor stadium gitu," ujar Adryanto Pratono di Tennis Indoor Senayan pada Sabtu (25/7/2026).
Menariknya, Bernadya mengaku justru mengetahui lokasi showcase bukan dari pihak manajemen. Penyanyi berusia muda tersebut menceritakan bahwa ia pertama kali mendengar kabar mengenai Tennis Indoor secara tidak sengaja ketika berbincang dengan seorang temannya.
"Aku tuh tahunya bukan dari Mas Boim pertama kali. Pasti dari kayak misalnya aku main ke rumah teman yang kebetulan nanti akan kerja juga misalnya di sini. Terus, "Nad, sampai ketemu bulan Juli ya." Terus aku bilang, "Ketemu di mana?" "Lah, gue kerja di showcase lo di Tennis Indoor." "Ha? Makasih infonya," ujar Bernadya.
Meski tidak mengetahui venue yang dipilih sejak awal, Bernadya mengungkapkan dirinya selalu aktif berdiskusi mengenai ide-ide kreatif yang ingin diwujudkan dalam konser maupun showcase.
Menurut Bernadya, setiap kali memiliki gagasan baru, ia selalu menyampaikannya kepada tim, khususnya kepada Mas Boim. Mulai dari konsep panggung, alur pertunjukan, hingga pengalaman yang ingin dirasakan para penonton menjadi bagian dari diskusi yang rutin dilakukan.
"Enggak, tapi emang aku selalu kalau ada plan apa pun, kalau ada ide apa pun, "Mas Boim, nanti aku pengin deh kalau aku punya kesempatan untuk suatu saat menggelar show konser tunggal atau apa pun yang berhubungan dengan album ini, aku punya ide gini, gini, gini"," katanya.
Bernadya mengatakan dirinya memang tidak pernah mengetahui secara pasti venue mana yang akhirnya akan dipilih. Ia memilih mempercayakan keputusan tersebut kepada tim yang telah mendampinginya selama ini.
"Tapi aku enggak pernah tahu venue-nya akan yang mana yang dipilih sama Bapak Bos. Jadi, ternyata akhirnya di sini," ungkap Bernadya.
Sementara itu, Bernadya menggelar showcase album terbarunya bertajuk Semoga Hanya di Mimpi di Tennis Indoor Senayan pada Sabtu (25/7/2026). Bernadya akan membawakan lagu-lagu barunya tersebut. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)