Adu Kinerja Emiten Consumer Goods usai Lebaran, Siapa Paling Tangguh?

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kinerja emiten consumer goods mengalami konsolidasi setelah momentum Ramadan dan Lebaran.

Kinerja emiten consumer goods mengalami konsolidasi setelah momentum Ramadan dan Lebaran. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kinerja emiten consumer goods mengalami konsolidasi setelah momentum Ramadan dan Lebaran. Pada kuartal II-2026, performa perusahaan mulai melambat meskipun tetap tumbuh positif.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Christy Halim menjagokan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) sebagai emiten consumer goods yang tetap tumbuh sepanjang April-Juni 2026. Dari empat perusahaan consumer goods yang menjadi basis riset, MYOR diproyeksikan mencatat pertumbuhan tertinggi dengan pendapatan naik sekitar 5,6 persen.

Baca Juga:
Indofood CBP (ICBP) Tetapkan Dividen Rp265 per Saham, Dibayar Akhir Juli 2026

Kemudian, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diperkirakan mencatat pertumbuhan pendapatan masing-masing 4,9 persen dan 3,9 persen. Sementara PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berpotensi mengalami koreksi pendapatan 14,8 persen.

"Hal tersebut mencerminkan  pertumbuhan pendapatan secara kumulatif mencapai 3,5 persen pada semester I-2026, yang secara umum sejalan dengan ekspektasi kami dan konsensus untuk tahun fiskal 2026 atau 49 persen dari estimasi pendapatan FY26," katanya dalam riset yang dirilis Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:
Mayora (MYOR) Sebar Dividen Rp1,32 Triliun, Cair Awal Juli 2026

Dari sisi profitabilitas, Christy memproyeksikan margin laba kotor tetap stabil di angka 33,1 persen, meski turun 130 bps secara kuartalan imbas lonjakan beban logistik dan distribusi. Sementara itu, margin operasional diprediksi terkontraksi masing-masing 60 bps secara tahunan dan 260 bps secara kuartalan.

Christy memperkirakan MYOR akan mencatat pertumbuhan 5,6 persen imbas baseline pada semester I-2025 yang mendatar. Selain MYOR, dia menjagokan ICBP yang diprediksi mencatat pertumbuhan pendapatan 3,9 persen. Margin ICBP diperkirakan melemah akibat kenaikan bahan baku seperti minyak goreng, tepung terigu, dan kentang.

Untuk MYOR, BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target harga Rp6.700, sedangkan ICBP sebesar Rp10.500. Secara umum, sektor consumer goods dipertahankan pada peringkat OVERWEIGHT meski kinerja masih melambat.

"Memasuki kuartal III-2026 yang secara musiman cenderung lebih lemah, kami memperkirakan permintaan konsumen akan tetap lesu. Pengeluaran untuk kebutuhan kembali ke sekolah pada Juli 2026 juga diperkirakan semakin menekan belanja diskresioner," kata Christy.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dishub Surabaya Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas HR Muhammad, Depan SMP Petra Jadi Satu Arah
• 4 jam lalu
0
thumb
Bulog serap 3,5 juta ton setara beras petani demi perkuat pangan RI
• 8 jam lalu
0
thumb
Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas di Danau, Kedua Tangan Terborgol
• 9 jam lalu
0
thumb
Seolah Jadi Spiderman, Pria Viral Bergelantungan di Luar KRL dari JIS ke Ancol Berujung Kena Blacklist KAI Commuter
• 10 jam lalu
0
thumb
Adam Alis Pasang Alarm untuk Persib, Laga Perdana Piala Presiden 2026 Kontra Arema FC Dipastikan Tak Mudah
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.