IPCC Catat Penurunan Laba Jadi Rp103,3 Miliar di Semester I-2026

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat penurunan laba pada semester I-2026 sekitar 9 persen menjadi Rp103,3 miliar.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat penurunan laba pada semester I-2026 sekitar 9 persen menjadi Rp103,3 miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat penurunan laba pada semester I-2026, mencerminkan perlambatan kinerja pendapatan dan beban yang mulai meningkat.

Dalam laporan keuangan yang tidak diaudit (unaudited) dikutip Sabtu (25/7/2026), pendapatan anak usaha PT Pelindo Multi Terminal itu turun tipis 0,5 persen dari Rp415,5 miliar menjadi Rp413,5 miliar. Segmen pelayanan jasa terminal yang menjadi mesin utama bisnis IPCC melemah 5 persen menjadi Rp376.3 miliar. 

Baca Juga:
Perkokoh Dominasi, IPCC Perkuat Ekosistem Logistik Terintegrasi

Namun, penurunan ini tertahan dengan kenaikan segmen pelayanan jasa barang yang melonjak empat kali lipat menjadi Rp32,9 miliar. Segmen rupa-rupa usaha juga melemah signifikan menjadi Rp3,8 miliar.

Tekanan terhadap kinerja IPCC juga tercermin dari peningkatan beban pokok pendapatan yang naik 2,8 persen menjadi Rp253,4 miliar di tengah pendapatan yang turun. Kenaikan terutama terjadi pada beban tenaga kerja alih daya dari Rp30,6 miliar menjadi Rp35,8 miliar.

Baca Juga:
Sugeng Mulyadi Mundur dari Direktur Utama IPCC, Dipercaya Pimpin Pelindo Multi Terminal

Sementara beban umum dan administrasi stagnan dengan kecenderungan turun menjadi Rp36,5 miliar. Lalu, pendapatan keuangan IPCC juga turun sekitar 22 persen menjadi Rp22,5 miliar.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor IPCC melemah 5,6 persen menjadi Rp160 miliar, sedangkan laba usaha terkoreksi 1,6 persen menjadi Rp124,5 miliar imbas beban usaha yang turun.

Sementara laba bersih turun 9,3 persen menjadi Rp103,3 miliar seiring dengan laba pada kuartal II yang turun 20,6 persen secara tahunan dan 5,6 persen secara kuartalan. Laba bersih per saham IPCC berada di angka Rp56,8.

Pelemahan kinerja laba rugi juga tercermin dari arus kas yang turun. Arus kas dari aktivitas operasi turun 33 persen menjadi Rp112,7 miliar sejalan dengan penerimaan kas dari pelanggan yang turun 5,2 persen menjadi Rp400,6 miliar serta kenaikan pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan.

Meski begitu, IPCC mencatat kenaikan kas sebesar Rp28,7 miliar, sudah termasuk untuk membayar dividen Rp47,1 miliar dan sewa Rp35,6 miliar. Posisi kas dan setara kas hingga 30 Juni 2026 bertambah menjadi Rp1,1 triliun.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Airlangga Sebut PFII Bakal Ada di Dua Lokasi: Jakarta dan Bali
• 20 jam lalu
0
thumb
Ramai Negara Dunia Lawan Tarif Trump, Ada Singapura-Tetangga AS
• 21 jam lalu
0
thumb
Panglima Kogabwilhan III Beberkan Kronologi Kontak Senjata dengan OPM, Satu Orang Tewas
• 23 jam lalu
0
thumb
Sigit akui sempat tertekan setelah dipanggil untuk SEA V Cup
• 15 jam lalu
0
thumb
Bodi Kurus Tapi Kolesterol Tinggi? Ini 4 Penyebab Utamanya
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.