Drama China (dracin) "Overdo" menjadi salah satu tontonan yang sedang diminati. Dibintangi oleh Zhang Linghe dan Wang Churan, drama berlatar tahun 1920-an era Republik China ini mendapat antusiasme tinggi, terbukti dengan mendapat 9 juta reservasi sebelum hari perdana penayangannya. Antusiasme tinggi ini disambut oleh WeTV Indonesia dengan mengajak komunitas pencinta dracin nonton bareng (nobar) Overdo di Skydeck Halte Transjakarta, Jumat (24/7).
Febriamy Hutapea, Country Head WeTV Indonesia, mengatakan kepada kumparan, "Kalau melihat trennya (dracin) justru semakin naik, makin tinggi, karena kualitas kontennya, visualnya, juga aktor-aktor yang memukau, tentunya juga aktingnya. Mereka punya cerita yang sangat banyak, jadi kami melihat trennya semakin positif."
Perkembangan dracin di Indonesia telah melampaui tren tontonan layar kaca dalam beberapa tahun terakhir, ditandai juga dengan tumbuhnya komunitas yang solid, tingginya interaksi lintas platform, hingga maraknya aktivitas offline yang mempererat hubungan antarpenikmatnya.
Merespons tingginya minat dan antusiasme tersebut, terutama terhadap tayangan dracin terbaru Overdo, WeTV Indonesia untuk pertama kalinya menghadirkan penayangan Exclusive Outdoor Screening. Langkah ini sekaligus menjadi momen untuk memperlihatkan bagaimana industri hiburan digital terus berevolusi demi memberikan pengalaman yang lebih dekat, nyata, dan personal bagi audiensnya.
“Kami sangat antusias dapat menghadirkan 1st ever C-Drama ‘Overdo’ outdoor screening di Indonesia. Kami berharap momentum ini dapat menjadi pengalaman sinematik yang berkesan dan tak terlupakan bagi semua yang hadir. Lebih dari sekadar penayangan drama, kami berharap acara ini dapat semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap ragam drama China serta deretan original series unggulan dari WeTV,” tambah Febriamy.
Kehadiran acara tersebut turut menjadi bukti bahwa drama China telah mengakar kuat dan berkembang pesat sebagai bagian dari budaya populer generasi muda di Indonesia. Febriamy mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini memang lebih menyukai dracin bertema cerita modern. Berbeda dengan zaman dahulu, dracin yang dipertontonkan di TV kebanyakan bertema kolosal atau silat.
"Trennya juga sekarang yang kami lihat itu, orang lebih suka dracin modern, daripada kolosal. Tapi bukan berarti dracin kostum tidak diminati, tetap minatnya ada terutama saat kemarin peluncuran Persuit of Jade, juga antusiasmenya sangat tinggi. Maka itu, We TV sendiri juga dapat menghadirkan rata-rata 100-150 judul drama Chian setiap tahunnya," terangnya.
Untuk bisa semakin menjawab keinginan masyarakat akan dracin, langkah inovatif seperti mengadakan acara nobar ini juga menandai pergeseran fokus platform streaming digital yang kini tidak hanya sekadar menyediakan konten, melainkan perlu aktif menciptakan engagement melalui pengalaman secara langsung.
Lebih dari itu, pemanfaatan lokasi ikonik seperti Skydeck Bundaran HI dan layar LED raksasa memperlihatkan transformasi alih fungsi ruang publik menjadi medium baru bagi entertainment marketing, yang berhasil mempertemukan unsur seni, teknologi, serta interaksi sosial masyarakat urban di tengah megahnya pusat kota Jakarta.
Acara penayangan outdoor ini diharapkan tidak hanya memuaskan para penggemar “Overdo”, tetapi juga menjadi tolok ukur baru bagi masa depan pemasaran dan penyajian konten hiburan di Indonesia.






Komentar (0)