Saham ASII hingga AMMN Masuk Deretan Terbesar Dijual Investor Asing Sepekan

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pergerakan IHSG yang volatil pada pekan ini diwarnai dengan aksi jual investor asing sebesar Rp1,36 triliun.

Pergerakan IHSG yang volatil pada pekan ini diwarnai dengan aksi jual investor asing sebesar Rp1,36 triliun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,34 persen ke 6.196,43 poin dalam sepekan terakhir (21-24 Juli 2026). Sempat menguat di awal pekan, indeks tertekan menjelang akhir pekan.

Pergerakan IHSG yang volatil diwarnai dengan aksi jual investor asing. Pelaku pasar dari luar Indonesia itu mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,36 triliun, sehingga mengakumulasi total net sell Rp79,09 triliun sejak awal 2026.

Baca Juga:
Manuver AS Sulit Diprediksi, IHSG Masih Bergerak Konsolidasi

Di deretan teratas, ada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang dilepas investor asing hingga Rp862,18 miliar. Laporan keuangan semester I-2026 yang positif gagal mengangkat harga saham BMRI sehingga mencatat penurunan 8 persen dalam sepekan.

Di posisi kedua ada saham PT Astra International Tbk (ASII) yang dilego asing hampir Rp500 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tak luput dari sasaran aksi jual mencapai lebih dari Rp300 miliar.

Baca Juga:
IHSG Pekan Ini Positif, Menguat 0,34 Persen

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menghadapi tekanan jual asing hingga lebih dari Rp150 miliar. Begitu juga dengan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang juga tertekan oleh aksi jual sehingga menekan harga.

Saham-saham "konglo" seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mencatat net sell. Kendati demikian, aksi jual itu tidak secara otomatis yang melakukannya adalah investor institusi, terutama passive fund.

Berikut deretan 10 saham dengan net sell terbesar pada pekan ini:

1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) -Rp862,18 miliar
2. PT Astra International Tbk (ASII) -Rp497,17 miliar
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) -Rp310,48 miliar
4. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) -Rp166,82 miliar
5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -Rp125,08 miliar
6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) -Rp96,43 miliar
7. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) -Rp96,25 miliar
8. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) -Rp94,73 miliar
9. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) -Rp68,89 miliar
10. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) -Rp64,67 miliar

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saat Kepala BGN Sidak SPPG di Bogor
• 14 jam lalu
0
thumb
YLBHI: Stigma ”Londo Ireng” Perbesar Ancaman Intimidasi dan Kriminalisasi
• 10 jam lalu
0
thumb
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi DITAHAN Kejagung!
• 23 jam lalu
0
thumb
2 Kasus Curanmor Juli 2026 di Jakarta Timur, Pelaku Bersenjata hingga Gasak 4 Motor dalam Semalam
• 10 jam lalu
0
thumb
BPBD Kaltim Kerahkan 3.400 Mahasiswa KKN Jadi Agen Mitigasi Bencana
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.