Speedboat Bawa 11 WNA dan 2 ABK Hilang Kontak di Teluk Tomini Sulteng

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Palu: Sebuah speedboat bermuatan 13 penumpang, terdiri dari 11 wisatawan asing dan dua awak kapal, dilaporkan hilang kontak saat melintasi perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah. Memasuki hari kedua pencarian, Sabtu, 25 Juli 2026, Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan upaya penyisiran di kawasan perairan tersebut.

Kapal diketahui berangkat dari Sanctum Unauna Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 07.30 Wita. Kapal dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.00 Wita, tetapi hingga pukul 15.00 Wita kapal belum juga bersandar.

Kepanikan bermula saat pemandu wisata setempat, Mimin, melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo pada Jumat sore pukul 15.40 Wita untuk meminta bantuan pencarian.

"Kami menerima laporan Jumat dan langsung menggelar operasi pencarian," kata Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, saat dihubungi dari Kota Palu, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Heriyanto, penumpang di atas kapal tersebut berjumlah 13 orang. Terdiri dari satu nakhoda, satu kru, dan 11 tamu yang merupakan wisatawan asing.

 

Baca Juga :

Operasi Pencarian Korban KM Nurul Salsa Ditutup, 14 Korban Masih Hilang



Mereka adalah Nakhoda Ferdiansyah (29) dan kru kapal Arif (27). Sementara 11 penumpang terdiri dari Milan Kasik (L/55), Rani Permentier (P/30), Mathijs Sercu (L/29), Jelka Van Driesum (P/16), Hinke Van Deer (P/59), Roeland Van Driesum (L/61), Age Van Driesum (L/18), Matthias Prange (L/50), Celine Josette Menguy (P/52), Hector Fabio Prange (L/20), dan Ronny Josue Prange (L/13).

"Sejak Sabtu pagi pukul 06.00 Wita, Tim SAR gabungan membagi alokasi personel dan armada pencarian ke dalam tiga Sub Rencana Udara/Laut (Search and Rescue Unit/SRU)," ungkap Heriyanto.

SRU 1 (KAL Limboto) melakukan penyisiran di sepanjang rute lintasan perkiraan dengan cakupan area pencarian seluas 200 Nautical Mile. SRU 2 (Rigid Inflatable Boat/RIB 03 Gorontalo) menyisir area seluas 50 Nautical Mile di sekitar rute perlintasan utama. Sementara SRU 3 (Speed Boat Sanctum Una-Una) dari pihak resort turut mengerahkan perahu cepat untuk menyisir area seluas 50 Nautical Mile.


Ilustrasi proses pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan.


"Pencarian difokuskan pada koordinat perkiraan 0° 8'42.79" U - 121°48'15.46" T (Radial 205.34° Arah Barat Daya dari Pantai Pohon Cinta, dengan jarak lurus sekitar 20,23 NM)," jelas Heriyanto.

Total puluhan personel dikerahkan, terdiri dari KPP Gorontalo, Pos SAR Marisa, Polairud, Polres Pohuwato, Lanal Gorontalo/Marisa, serta pihak Resort Sanctum Unauna. Perlengkapan canggih seperti satu unit drone thermal, alat selam/air, dan sistem komunikasi khusus turut dikerahkan ke lokasi.

"Meskipun prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan kondisi langit cerah, tim lapangan menghadapi kendala tantangan alam berupa gelombang tinggi berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter serta hembusan angin kencang berkecepatan 10–20 knot," ungkap Heriyanto.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban. Operasi pencarian terus berlanjut dengan memaksimalkan sisa waktu siang hari ini.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PLN UID Sulselrabar Dukung Program Reforma Agraria BPN melalui Pendampingan UMKM di Majene
• 1 jam lalu
0
thumb
Menteri PANRB Sebut Wredatama Teladan Pengabdian, PWRI Didorong Perkuat Reformasi Birokrasi
• 7 jam lalu
0
thumb
BNPB: Kebakaran Hutan di Gunung Karanglo Ponorogo Padam
• 18 jam lalu
0
thumb
Pakar Sebut Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK Tak Langgar Prosedur Hukum
• 7 jam lalu
0
thumb
Jangan Kaget! Indonesia Kini "Dikuasai" Bocil-Bocil
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.