Pemerintah Segera Revitalisasi SDN Tanggirejo, Perkuat Komitmen Mutu Pendidikan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat menindaklanjuti informasi mengenai kerusakan SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang terjadi sejak Januari 2026.

Saat ini, Kemendikdasmen telah menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak sekolah guna mempercepat proses revitalisasi bangunan sekolah.

"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto, dalam keterangannya, Jumat (24/7).

Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi. Gogot menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh masyarakat.

Melalui program tersebut, pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Pada 2026, program revitalisasi difokuskan pada tiga kategori utama, yakni sekolah yang terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.

"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," ucap Gogot.

Target Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026

Pemerintah menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 sekolah di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Program ini mencakup renovasi bangunan sekolah mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Jumlah tersebut jauh melampaui target awal sebanyak 11.744 sekolah dengan alokasi anggaran Rp14 triliun. Pemerintah kemudian memperluas cakupan program dengan menambah 60.000 satuan pendidikan sebagai penerima manfaat, sehingga total sasaran revitalisasi mencapai 71.744 sekolah.

Pada pertengahan Juni 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah telah berhasil diselesaikan.

"Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027," ucap dia.

Menurut Mu'ti, manfaat program revitalisasi sekolah tidak hanya sebatas memperbaiki fasilitas pendidikan. Berdasarkan hasil kajian pemerintah, program tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Hal itu karena revitalisasi dilaksanakan melalui mekanisme swakelola, sehingga proses pembangunan dan perbaikan dilakukan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan. Skema tersebut mendorong keterlibatan masyarakat sekitar sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja di daerah.

“Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) itu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” kata Mu’ti.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pakar Kebijakan Publik Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus Febrie dengan Sejumlah Kasus Korupsi, Simak
• 7 jam lalu
0
thumb
Hasil Lab Ungkap Varian Rasa Whip Pink Diduga Kamuflase, Isinya Murni Gas N2O
• 10 jam lalu
0
thumb
Kalimat yang Tidak Akan Diucapkan Pria Tulus ke Pasangannya
• 28 menit lalu
0
thumb
Oknum Polisi Polsek Bolo yang Aniaya Siswa Diproses Hukum
• 18 jam lalu
0
thumb
Perjuangan Pasien Bibir Sumbing: Sempat Ditolak Berkali-kali, Kini Penuh Harapan
• 19 menit lalu
0
Berhasil disimpan.