Mantan penyerang timnas Inggris Jermain Defoe resmi mengakhiri kontraknya sebagai pelatih kepala Woking FC setelah hanya 116 hari menjabat. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.
Defoe, yang kini berusia 43 tahun, ditunjuk sebagai pelatih Woking pada 29 Maret lalu. Selama menangani klub National League tersebut, ia hanya mendampingi tim dalam enam pertandingan kompetitif dengan catatan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan. Woking menutup musim di posisi ke-10 klasemen.
Melalui unggahan di media sosialnya, mantan striker Tottenham Hotspur, West Ham United, dan tim nasional Inggris itu mengungkapkan alasan di balik keputusannya mundur. Ia mengaku ada kondisi yang membuat dirinya tidak lagi bisa melanjutkan pekerjaannya di klub tersebut.
"Setelah melalui sejumlah pembicaraan, saya bisa mengonfirmasi bahwa saya dan Woking FC telah sepakat untuk mengakhiri kerja sama sebagai manajer," tulis Defoe.
Tak lama setelah pengumuman pengunduran diri Defoe, muncul spekulasi bahwa kepergiannya berkaitan dengan perbedaan pendapat mengenai perekrutan pemain. Namun, Direktur Sepak Bola Woking, Jody Brown, membantah adanya konflik tersebut. Melalui akun X, ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi pemain justru dipimpin langsung oleh Defoe.
"Dari sekian banyak pemain yang menjalani trial, saya tidak memilih satu pun. Tidak satu pun. Jermain memimpin seluruh proses perekrutan dan seleksi pemain. Semua berasal dari kontak yang dimilikinya sendiri," tulisnya.
Pihak Woking FC juga mengeluarkan pernyataan resmi setelah berpisah dengan Defoe. Klub berjuluk The Cardinals itu menyampaikan apresiasi atas kontribusi mantan striker Inggris tersebut selama menangani tim.
"Kami ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Jermain atas kontribusinya selama berada di Woking Football Club dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya di masa depan."
Pengalaman di Woking menjadi langkah pertama Defoe sebagai pelatih kepala setelah sebelumnya lebih dikenal sebagai salah satu penyerang tersubur Inggris. Meski perjalanan perdananya berakhir lebih cepat dari yang diharapkan, Defoe mengatakan pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting untuk tantangan berikutnya di dunia kepelatihan.






Komentar (0)