Ibu kota Spanyol, Madrid, menghadapi kebakaran hutan terburuk sepanjang sejarah pada Jumat (24/7). Akibatnya, lebih dari 60 ribu orang terpaksa mengungsi atau diminta tetap berada di dalam rumah.
Menurut keterangan seorang pejabat di Madrid yang identitasnya dirahasiakan, kebakaran hutan telah merusak puluhan rumah dan menyebabkan sejumlah jalan ditutup. Pada saat yang sama, angin kencang dan suhu panas membuat upaya pemadaman semakin sulit.
Perkiraan cuaca menunjukkan tiupan angin akan mereda pada malam akhir pekan ini. Namun, menurut pejabat tersebut, kondisi itu belum cukup membantu upaya pemadaman.
"Kebakaran hutan berada pada puncaknya dan kini sudah melebihi kapasitas penanggulangan para pemadam kebakaran," ujar Kepala Penanggulangan Situasi Darurat Madrid, Carlos Novillo, seperti dikutip AFP.
Pemerintah Spanyol telah menetapkan status darurat nasional terkait kebakaran hutan di Madrid dan wilayah sekitarnya.
Terbaru, pada Jumat ini pemerintah setempat mengeluarkan perintah evakuasi terhadap ribuan warga di dua lokasi di sebelah barat Madrid.
Berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri Spanyol per Jumat, jumlah warga yang telah dievakuasi atau diminta tetap berada di dalam rumah mencapai 63 ribu orang.
Secara terpisah, kepolisian mengumumkan penangkapan seorang pria yang diduga menjadi otak pembakaran hutan di Madrid. Seorang lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif.
Sebelum tahun ini, kebakaran hutan terparah di Spanyol terjadi pada 2025.
Pada 2026, kebakaran hutan di Spanyol semakin parah akibat gelombang panas dan kondisi kering yang memicu penyebaran api lebih cepat.






Komentar (0)