Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Buat Sayembara Tangkap Begal Berhadiah hingga Rp50 Juta untuk Warga Jabar

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Program sayembara tangkap begal yang diluncurkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai perhatian luas dari masyarakat. 

Selain menawarkan hadiah bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan, kebijakan tersebut juga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai alasan di balik pembuatannya.

Sayembara itu diumumkan sebagai respons atas meningkatnya aksi kriminalitas di sejumlah wilayah Jawa Barat, mulai dari begal, jambret, copet, hingga pencurian kendaraan bermotor. 

Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Bahkan, belum lama ini sekelompok driver pengantar makanan online melaporkan keberhasilan mereka menangkap seorang terduga pelaku kejahatan dan menyerahkannya kepada polisi.

Di tengah tingginya perhatian publik, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar memberikan hadiah, tetapi juga menjadi strategi untuk mengubah cara masyarakat menghadapi pelaku kejahatan.

"Karena tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah kalau ada ranking pertama ada hadiah, biasanya belajarnya suka rajin. Daerah kalau dilomba-in, suka rajin," ujar Dedi Mulyadi, di Arcamanik, Bandung, Jumat (24/7/2026).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Antara

Menurut KDM, panggilan akrabnya, pemberian hadiah diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk aktif menjaga keamanan lingkungan sekaligus mengurangi tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan.

Ia mencontohkan, selama ini pelaku pencurian kerap menjadi sasaran amuk massa hingga meninggal dunia. 

Dengan adanya sayembara, masyarakat diharapkan memilih menyerahkan pelaku kepada aparat penegak hukum.

"Logikanya sederhana, maling motor digebukin sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, eh nggak usah digebukin sampai mati, lumayan Rp10 juta, udah dianterin aja. Itu secara psikologi akan mempengaruhi," katanya.

Dedi menilai pendekatan tersebut juga bisa mendorong masyarakat lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, termasuk melalui kegiatan ronda malam.

"Jadi itu dibuat untuk memicu orang misal ronda, nanti kalau ada maling ayam kan lumayan tuh. Warga kita kan belum seperti warga di negara maju lainnya, jadi harus terus dimotivasi," jelasnya.

Meski mengajak masyarakat berpartisipasi, Dedi menegaskan bahwa pelaku kejahatan harus tetap diserahkan kepada kepolisian dalam keadaan hidup. 

Ia tidak menginginkan adanya aksi kekerasan berlebihan selama proses penangkapan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan (kiri) dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kanan) memberikan keterangan di Arcamanik Bandung, Jumat (24/7/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Ricky Prayoga

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri ATR/BPN Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa Aset Umat
• 7 detik lalu
0
thumb
MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Bentuk Perlindungan Hak Konsumen
• 23 jam lalu
0
thumb
Soal Perbedaan Tabung LPG Subsidi 3 Kilogram dan Bright Gas Can, Pertamina Beri Peringatan ke Masyarakat
• 1 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Truk Tabrak Kedai di Ponorogo, Sopir Mengaku Hindari Sosok Misterius
• 23 jam lalu
0
thumb
Lagu Baru Raisa Ini Mengajak Pendengar Menemukan Kembali Cahaya dalam Diri
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.