Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong penguatan industri perfilman nasional melalui integrasi data guna mendukung penyusunan kebijakan yang lebih presisi serta meningkatkan kepercayaan investor di sektor film.
Integrasi Data Jadi Fondasi Pengembangan IndustriMenteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemerintah tengah memperkuat tata kelola data industri perfilman agar lebih transparan, akurat, dan berkelanjutan.
Riefky mengatakan, "Kementerian Ekraf ingin ekosistem perfilman Indonesia semakin besar, berkualitas, dan berkelanjutan. Selain memperluas akses layar dan distribusi film nasional, kami ingin memperkuat kebijakan berbasis data yang mampu mendorong investasi, diversifikasi konten, serta kolaborasi internasional."
Menurutnya, ketersediaan data industri yang komprehensif akan meningkatkan akurasi pemerintah dalam merancang program serta intervensi kebijakan.
Data yang transparan juga diharapkan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor dalam melihat prospek industri perfilman nasional.
Kolaborasi dengan Cinepoint Perkuat Ekosistem FilmKinerja pasar film domestik yang terus meningkat menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah dalam mengembangkan industri perfilman nasional.
Berdasarkan data Cinepoint, pangsa pasar film Indonesia telah melampaui 60 persen pada 2025.
Pada semester I 2026, sebanyak 15 judul film berhasil mencatatkan lebih dari satu juta penonton.
Kementerian Ekraf menjajaki kerja sama strategis dengan platform analitik perfilman Cinepoint melalui penyusunan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mengembangkan infrastruktur data industri.
Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kementerian Ekraf Agus Syarip Hidayat mengatakan, "Bagi kami sebagai policy maker, data-data dari Cinepoint akan sangat bermanfaat sebagai dasar perencanaan, penyusunan program, hingga intervensi kebijakan. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional."
Director sekaligus Cofounder Cinepoint Vincent Putera menilai transparansi data akan membuka peluang baru bagi rumah produksi, distributor, investor, hingga pemerintah dalam mengambil keputusan bisnis dan investasi yang lebih akurat.





Komentar (0)