Viral Disebut Terlambat Bergerak, Basarnas Ungkap Kronologi Lengkap Penanganan KM Nurul Salsa

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Selayar, ERANASIONAL.COM – Basarnas memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai waktu penanganan insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa.

Melalui Pos SAR Selayar, Basarnas merilis kronologi lengkap penanganan darurat guna meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Koordinator Pos SAR Selayar, Ronaldhi G.K.M., mengatakan laporan awal mengenai kondisi darurat kapal diterima pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 11.07 WITA.

Informasi tersebut disampaikan oleh keluarga penumpang bernama Fahri dan Eka.

“Laporan yang kami terima menyebutkan KM Nurul Salsa yang berlayar dari Jampea menuju Pelabuhan Benteng mengalami mati mesin di perairan Polassi. Begitu menerima informasi itu, Pos SAR Selayar langsung berkoordinasi dengan kapal-kapal berukuran besar yang berada di pulau terdekat untuk membantu proses evakuasi,” ujar Ronaldhi, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan armada SAR, jarak lokasi kejadian yang mencapai sekitar 45 mil laut (Nm), serta cuaca buruk menjadi kendala utama dalam proses penanganan.

Karena itu, Pos SAR Selayar juga mengerahkan potensi SAR dengan meminta bantuan nelayan yang berada di sekitar perairan Polassi.

Namun, upaya evakuasi pertama belum membuahkan hasil. Pada pukul 15.08 WITA, kapal yang diberangkatkan dari Polassi gagal mencapai lokasi karena terhalang cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Selanjutnya, sekitar pukul 15.30 WITA, Pos SAR kembali berupaya mengirimkan KLM Arwin Jaya yang bersandar di Pelabuhan Jampea. Akan tetapi, kapal tersebut mengalami kandas sehingga tidak dapat melanjutkan misi evakuasi.

Pada pukul 16.30 WITA, Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar mengirim personel Pos SAR Selayar menuju Pelabuhan Appa Tanah untuk mencari kapal lain yang dapat dikerahkan.

Di waktu yang sama, koordinasi juga dilakukan dengan Koarmada VI Makassar guna menggerakkan KRI Marlin 877 menuju lokasi kejadian.

“Pada pukul 17.20 WITA kami berhasil mendapatkan kapal GT 118, yaitu KLM Harapan Kita, untuk melaksanakan pencarian dan evakuasi,” kata Ronaldhi.

Tim Pos SAR yang berada di Pelabuhan Appa Tanah terus memonitor proses penyelamatan yang dilakukan KLM Harapan Kita.

Hingga pukul 23.30 WITA, sebanyak 45 penumpang berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pulau Jampea sebagai lokasi terdekat yang aman.

Berdasarkan keterangan nahkoda kapal, kondisi cuaca saat proses penyelamatan berlangsung sangat tidak bersahabat.

Gelombang tinggi disertai minimnya jarak pandang pada malam hari membuat penyisiran di sekitar titik tenggelamnya kapal tidak dapat dilakukan secara maksimal.

“Dari informasi yang kami peroleh, KM Nurul Salsa dipastikan tenggelam pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WITA,” tutur Ronaldhi.

Basarnas menegaskan bahwa klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang menyebut Tim SAR Makassar baru menerima laporan pada pukul 16.30 WITA.

Faktanya, laporan pertama telah diterima sejak pukul 11.07 WITA dan berbagai langkah penanganan langsung dilakukan secara bertahap sesuai prosedur serta mempertimbangkan kondisi cuaca dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di lapangan. []


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pakar: Penyidikan eks Jampidsus perlu dalami peran di Satgas PKH
• 3 jam lalu
0
thumb
OpenAI Rilis ChatGPT Health di AS, Sehari Setelah Digugat Pendeta
• 23 jam lalu
0
thumb
Besok Diluncurkan! HWB Serang Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp101 Juta
• 23 jam lalu
0
thumb
Sestama BPJPH Tekankan Penguatan Tata Kelola untuk Pendampingan UMK
• 2 jam lalu
0
thumb
Penindasan PKT Melampaui Batas Negara, Praktisi Falun Gong Terus Melakukan Perlawanan Damai Selama 27 Tahun
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.