Mataram: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjelang puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis air bersih akibat dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.
Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, BNPB menggelar rapat koordinasi di Kota Mataram, Jumat 24 Juli 2026, guna memetakan titik-titik rawan kekeringan sekaligus menyusun strategi penanganan. Rapat dipimpin langsung Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Kementerian ATR/BPN, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta para kepala daerah dari seluruh kabupaten dan kota di NTB.
Selain memetakan wilayah rawan, rapat juga membahas dukungan penanggulangan bencana dan penyaluran bantuan darurat bagi daerah yang berpotensi terdampak kekeringan.
Baca Juga :
BMKG Prediksi Puncak Kemarau di NTB Terjadi Agustus 2026BNPB juga mendorong pemerintah daerah memasukkan kajian risiko bencana ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman kekeringan di masa mendatang.





Komentar (0)