MAJALENGKA, iNews.id - Identitas korban tewas akibat videotron roboh di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Pemotor perempuan yang tewas setelah tertimpa papan reklame digital raksasa tersebut ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan Bupati Majalengka Eman Suherman.
Korban diketahui bernama Wina Apriyani (18), warga Desa Hegarmanah, Blok Surabaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. Dia meninggal setelah tertimpa konstruksi videotron yang roboh di perempatan Cigasong, Jumat (24/7/2026).
Bupati Majalengka Eman Suherman membenarkan bahwa korban merupakan bagian dari keluarganya. Dia mengaku prihatin atas kejadian yang menyebabkan satu orang meninggal dunia tersebut.
"Saya mendapatkan kenyataan adanya videotron yang roboh dan yang lebih prihatin lagi, robohnya itu menimpa masyarakat kita dan termasuk keluarga saya," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, penyebab robohnya videotron masih harus ditelusuri dan tidak bisa langsung menyalahkan pihak tertentu.
Baca Juga:Gempa Kuat Guncang Venezuela-Jepang-California dalam 12 Jam Terakhir, Ini Penjelasan Ahli"Apa yang terjadi ini sebenarnya kita tidak bisa saling menyalahkan," katanya.
Peristiwa videotron roboh Majalengka terjadi saat angin kencang melanda wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Videotron berukuran besar yang berada di perempatan Cigasong tiba-tiba ambruk dan menutup badan jalan.
Saat kejadian, Wina diketahui sedang melintas menggunakan sepeda motor. Material konstruksi besi videotron yang memiliki bobot lebih dari 20 ton kemudian menimpa korban hingga membuatnya terjebak di bawah reruntuhan.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Damkar, Satpol PP, dan instansi terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Proses pengangkatan material membutuhkan waktu karena ukuran konstruksi yang besar dan berat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Majalengka Puja Gustian mengatakan, petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kejadian.
Baca Juga:DPR Soroti Kualitas Pendidikan dalam Program Dokter Spesialis Berbasis RS"Saat tim kami tiba di TKP, fokus utama langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban yang tertimpa material videotron. Evakuasi membutuhkan penanganan khusus karena ukuran konstruksi besi yang sangat besar dan berat," ujar Puja Gustian.
Jenazah Wina Apriyani telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
#jabar





Komentar (0)