New York: Harga bitcoin melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat seiring meningkatnya sentimen menghindari risiko (risk-off) di pasar global. Ketegangan di Timur Tengah dan kebijakan tarif baru Amerika Serikat (AS) mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 25 Juli 2026, harga bitcoin turun 1,5 persen menjadi USD64.158,5. Meski terkoreksi, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu masih diperkirakan mencatat kenaikan sekitar 0,3 persen sepanjang pekan.
Pelemahan pasar saham global, terutama pada saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), turut membatasi minat investor terhadap aset kripto.
Baca Juga :
Harga Bitcoin Tembus USD65.500, Ini PendorongnyaTekanan terhadap Bitcoin muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim menyerang dua kapal Arab Saudi di Laut Merah. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.
Lonjakan harga minyak sepanjang pekan juga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu sektor energi. Kondisi tersebut berpotensi mendorong bank-bank sentral global mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Sentimen pasar semakin tertekan setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif perdagangan baru terhadap 60 mitra dagang. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Jumat dan kembali memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya tensi perdagangan global.
Meski dampaknya terhadap Bitcoin tidak bersifat langsung, risiko perlambatan ekonomi akibat gangguan pasokan minyak dan kebijakan tarif dinilai dapat mengurangi minat investor terhadap aset spekulatif seperti kripto.
Di tengah tekanan tersebut, Bitcoin masih mendapat dukungan dari meningkatnya aliran dana ke produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot.
Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin Spot membukukan arus masuk mingguan terbaik sejak awal Mei. Aliran modal tersebut membantu membatasi pelemahan harga Bitcoin selama sepekan.
(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
Mayoritas aset kripto bergerak di zona merah
Sejalan dengan bitcoin, mayoritas aset kripto juga diperdagangkan melemah pada Jumat.
- Ether, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, turun 1,2 persen menjadi USD1.860,26.
- XRP terkoreksi 1,8 persen menjadi USD1,0898.
- Sementara itu, BNB turun 0,4 persen.
- Solana melemah 3,2 persen.
- Cardano juga melemah 3,2 persen.
- Di kelompok memecoin, Dogecoin turun 0,9 persen.
- Token $TRUMP terkoreksi 2,7 persen.





Komentar (0)