KIEV, KOMPAS.TV — Serangan Rusia di dekat kota Kiev, Ukraina, menewaskan 10 orang dan melukai 100 orang lainnya, Jumat (24/7/2026). Lokasi serangan berada dekat tempat penyelenggaraan acara industri pertahanan.
Serangan rudal balistik itu terjadi hanya satu hari setelah Zelenskyy bertemu di Kiev dengan perwakilan senior Raytheon. Raytheon merupakan perusahaan AS yang memproduksi sistem pertahanan udara Patriot yang sangat dibutuhkan Ukraina untuk melawan rudal balistik dahsyat yang digunakan Rusia.
“Rudal untuk sistem Patriot adalah prioritas utama,” kata Presiden Volodymyr Zelenskyy di media sosial.
“Serangan itu menghantam lokasi pelatihan militer swasta yang sedang menyelenggarakan acara, tulis kepala administrasi militer regional sementara Ruslan Oliinyk di Facebook. Lokasi tersebut berjarak sekitar 20-30 kilometer dari pusat Kiev, di distrik Bucha.
“Tim penyelamat darurat tiba di lokasi kejadian, di mana 27 rumah dan 44 kendaraan juga rusak,” kata Oliinyk.
Baca Juga: Akhiri Konflik di Tubuh Militer, Ukraina Rombak Petinggi Militer untuk Melawan Rusia
Dewan Industri Pertahanan Ukraina, yang menyebut dirinya sebagai asosiasi produsen pertahanan swasta terbesar di negara itu, mengatakan perwakilan industri berada di lokasi saat serangan terjadi. Namun mereka tidak memberikan keterangan apakah ada pekerja mereka yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Ruslan Kravchenko, jaksa agung Ukraina, membuka penyelidikan kejahatan perang atas serangan tersebut dan kasus pidana terpisah atas kemungkinan kelalaian dalam penyelenggaraan acara tersebut.
“Para penyelidik akan memeriksa siapa yang menyetujui lokasi, waktu, dan formatnya, dan apakah tindakan pencegahan yang memadai telah diambil,” kata Kravchenko seperti dikutip dari The Associated Press.
Zelenskyy bertemu dengan delegasi dari perusahaan AS Raytheon
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- serangan rusia di ukraina
- industri pertahanan
- 10 orang tewas
- ukraina
- rusia






Komentar (0)