Dokter: Rutin olahraga rutin pada usia 40 bisa turunkan risiko jantung

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Tangerang (ANTARA) - Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit (RS) Sari Asih Sangiang, Cut Arsy Rahmi, mengatakan olahraga pada usia 40 tahun secara rutin dapat menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Ia mengatakan olahraga jangan dipandang sebagai perlombaan untuk mencapai intensitas maksimal, namun membangun kebugaran dan menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

Selain itu aktivitas olahraga tidak harus selalu dengan beban berat untuk memberikan manfaat. Jalan cepat, bersepeda, berenang, atau aktivitas aerobik lain yang dilakukan secara rutin dapat menjadi pilihan yang baik.

"Yang terpenting adalah konsistensi dan peningkatan kemampuan secara bertahap. Tetap aktif bergerak, tetapi lakukan secara cerdas, bertahap, dan terukur," ujar Cut Arsy.

Baca juga: Dokter bagikan kiat mencegah faktor risiko penyakit kardiovaskular

Meski olahraga secara umum memberikan banyak manfaat bagi kesehatan jantung, lanjutnya, aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara mendadak dapat meningkatkan beban kerja jantung.

Pada orang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular tertentu, terutama yang belum terdeteksi, menurut dia, bisa menjadi pencetus kejadian kardiovaskular akut.

Namun hal itu bukan berarti olahraga harus dihindari. Justru sebaliknya, kata dia, aktivitas fisik rutin merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Baca juga: Studi: Antosianin bantu turunkan risiko penyakit jantung 26 persen

"Karena itu, memasuki usia 40 tahun bukan berarti harus berhenti berolahraga. Justru olahraga tetap penting, tetapi perlu dilakukan secara cerdas, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan," ujarnya.

Ia juga menekankan jika olahraga tetap merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Namun intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing individu.

“Yang penting bukan menghindari olahraga, tetapi mengenali kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap, terukur, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan dari tubuh,” kata Cut Arsy Rahmi.

Baca juga: Menkes: Kendalikan tiga faktor cegah stroke dan penyakit jantung


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Masih Ingat Plants vs. Zombies? Game Tower Defense Legendaris yang Kini Hadir dengan Nuansa Baru
• 11 jam lalu
0
thumb
Kemensos Siapkan Simulasi Penyaluran Bansos Melalui Koperasi Merah Putih untuk Dekatkan Layanan kepada Masyarakat
• 17 jam lalu
0
thumb
Anggota DPD: Pusat berperan penting tanggulangi karhutla di Kalteng
• 6 jam lalu
0
thumb
BI Ubah Arah Pembiayaan, Tak Lagi Sekadar Kejar Kredit demi Genjot Pertumbuhan Ekonomi
• 4 jam lalu
0
thumb
KAI Logistik Kirim 1.425 Motor pada Libur Sekolah, Paling Banyak dari Yogyakarta
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.