jpnn.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan belum dapat mengidentifikasi jenazah ketiga korban tenggelamnya KM Nurul Salsa yang ditemukan Tim SAR Gabungan.
Jenazah korban dibawa ke Kantor Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat (24/7/2026).
BACA JUGA: Basarnas Tutup Sementara Pencarian 14 Korban KM Nurul Salsa di Perairan Selayar
Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris mengatakan jenazah belum dapat diidentifikasi karena kondisinya telah mengalami pembusukan.
"Untuk identifikasi korban masih seperti kasus-kasus sebelumnya, belum teridentifikasi," kata Haris.
BACA JUGA: Satu Jenazah Laki-Laki Ditemukan di Kepulauan Sabalana, Korban Jiwa KM Nurul Salsa Bertambah
Tim DVI tetap mengupayakan identifikasi melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, serta pencocokan dengan data antemortem yang diberikan keluarga korban.
"Kalau sidik jari masih utuh, prosesnya bisa lebih cepat. Begitu juga apabila data gigi dan ciri medis lainnya tersedia," ujarnya.
BACA JUGA: Tragis Banget, Pria di Bandung Tewas Ditusuk Saat Tagih Utang Rp 200 Ribu
Menurut Haris, identifikasi visual sulit dilakukan karena kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan korban ketiga ditemukan di wilayah Mattalang dan saat ini masih menjalani proses identifikasi.
Dia menyebut dari 17 korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, tiga orang telah ditemukan, sedangkan 14 korban lainnya masih dalam pencarian.
Didik mengatakan penyidik juga terus mendalami dugaan kelalaian yang menyebabkan KM Nurul Salsa tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (15/7).
"Jumlah saksi yang diperiksa bertambah dari 23 orang menjadi 25 orang. Status penanganannya masih dalam proses penyidikan," katanya.
Penyidik telah memeriksa nahkoda, anak buah kapal, agen, syahbandar, serta sejumlah penumpang yang selamat.
Menurut Didik, penyidik masih mendalami dugaan pelanggaran pidana, termasuk dugaan kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan dugaan pemalsuan dokumen manifes penumpang.
Dia mengungkapkan manifes mencatat 46 penumpang, sedangkan hasil penyelidikan menunjukkan jumlah orang di atas kapal mencapai 76 orang.
Dari total tersebut, sebanyak 58 orang selamat, empat orang meninggal dunia, dan 14 orang masih dinyatakan hilang.
Didik menambahkan penyidik belum melakukan penahanan karena proses hukum masih berlangsung. Dua saksi tambahan yang diperiksa merupakan penumpang selamat.
Operasi SAR gabungan untuk mencari 14 korban yang masih hilang dijadwalkan berakhir pada hari ke-10 sesuai ketentuan masa operasi pencarian, yakni tujuh hari yang diperpanjang selama tiga hari.(Ant/JPNN)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Periksa Intensif Nakhoda dan 9 ABK Terkait Tenggelamnya KM Nurul Salsa di Selayar
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam





Komentar (0)