Ketua KPK Sentil Kepala Daerah: Jangan Posisikan Diri Minta Dipuja-Disembah

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua KPK Setyo Budiyanto menyentil kepala daerah. Dia mengingatkan kepala daerah memiliki tanggung jawab, bukan memposisikan diri meminta dipuja hingga disembah.

Hal itu disampaikan Setyo usai melakukan rapat kolaborasi pencegahan korupsi bersama Mendagri Tito Karnavian di Kemendagri, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Setyo awalnya menyebut pemerintah daerah yang mengedepankan kekuasaan akan berpotensi muncul penyelewengan.

"Karena kalau sudah faktor kekuasaan yang dikedepankan, maka nanti menjadi kewenangan kekuasaan dan bisa menimbulkan penyalahgunaan dari berbagai macam gitu," kata Setyo.

Baca juga: Petakan Titik Rawan, Kemendagri Gandeng KPK Cegah Korupsi di Daerah

Setyo menyebut harusnya kepala daerah tidak menempatkan dirinya secara ekslusif. Dia mengatakan pemimpin daerah tidka boleh selalu minta dihargai bahkan dipuja-puja.

"Itu (pemimpin daerah) harus juga menjadi masyarakat juga. Bukan memposisikan secara eksklusif gitu apa-apa minta misalkan mohon maaf dilayani, dihargai, bahkan mungkin dipuja, disembah, dan lain-lain itu juga sudah bukan waktunya lagi gitu," ucapnya.

Setyo menilai pemimpin daerah harusnya fokus pada kesejahteraan masyarakat. Dia mengatakan masyarakat bisa tidak percaya ke kepala daerah jika kesejahteraan tidak tercapai.

"Segala sesuatunya orientasinya adalah pada pembangunan dan kesejahteraan kepada masyarakat. Nah kalau sudah ini terjadi maka yang akan dikhawatirkan timbulnya adalah sebuah krisis kepercayaan ya," sebutnya.

"Banyak hal masyarakat kemudian tidak percaya lagi dengan kepala daerahnya, apalagi kemudian kepala daerahnya meninggalkan tempat, meninggalkan tempatnya juga cukup lama gitu," tambah dia.

Baca juga: Kemendagri dan KPK Akan Keliling 10 Klaster Wilayah Buntut OTT Kepala Daerah

Setyo menyoroti daerah yang pimpinannya tidak akur. Hal itu disayangkan Setyo karena bisa berdampak ke masyarakat.

"Saya mendapatkan banyak informasi ada kepala daerah yang kemudian tidak harmonis dengan wakilnya dengan berbagai macam alasan, dengan berbagai macam sumber-sumber penyebabnya mungkin diawali dengan friksi sampai kemudian konflik," sebutnya.




(ial/amw)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Hebat yang Melumat Rumah Kontrakan di Makassar
• 13 jam lalu
0
thumb
AIA Ungkap Peluang dan Tantangan Asuransi dari Skema KPR 40 Tahun
• 25 menit lalu
0
thumb
Cak Imin Sebut Aksi Prabowo Selamatkan SDA Bukan Retorika
• 12 jam lalu
0
thumb
Denise Chariesta Cari Teman Ngobrol Bergaji Rp15 Juta, Ini Syarat yang Diminta
• 9 jam lalu
0
thumb
Tanggapi Komentar Ahmad Khozinuddin, Abdul Gafur Sangadji Mengaku Kecewa
• 25 menit lalu
0
Berhasil disimpan.