Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hadir dalam perayaan HUT ke-59 Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS). Gus Ipul pun meminta agar DNIKS sebagai salah satu lembaga kesejahteraan sosial (LKS) dapat bersungguh-sungguh membantu melayani masyarakat.
"Dalam kesempatan ini saya ingin sampaikan terima kasih, DNIKS telah berpartisipasi untuk menghadirkan LKS yang kredibel, LKS yang melakukan upaya-upaya nyata dalam rangka meningkatkan kualitas layanan melalui akreditasi lembaga maupun sumber daya manusia," kata Gus Ipul di Gedung Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).
"Kita ingin LKS bisa melayani dengan sungguh-sungguh para pemerlu layanan sosial, sehingga mereka mendapatkan hak-haknya," sambungnya.
Gus Ipul mengatakan, sebagai lembaga kesejahteraan sosial, DNIKS memiliki peran penting membantu pemerintah dalam mengawal hak perlindungan, hak penghormatan, maupun kesempatan untuk melakukan rehabilitasi dan pemberdayaan sosial bagi masyarakat yang memerlukan. Dia menyebut pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi kesejahteraan sosial masyarakat.
Dalam kesempatan ini juga, dia berharap setiap lembaga kesejahteraan sosial dapat beroperasi secara profesional. Dia mengingatkan agar para pengurus tidak menjadikan LKS sebagai tempat mencari keuntungan.
"Ke depan kita ingin LKS itu betul-betul profesional. Tidak ada lagi LKS yang melakukan penyimpangan, terutama melakukan kekerasan seksual maupun kekerasan fisik kepada mereka yang dilayani," jelas Gus Ipul.
"Tidak juga memanfaatkan LKS untuk hanya sekadar mencari dana, ya. Tidak hanya memanfaatkan LKS pada kesempatan-kesempatan tertentu, setelah itu selesai acaranya, tidak ada lagi yang dilayani karena memang hanya untuk melakukan hal-hal sesuai dengan kepentingan masing-masing pengelola," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Effendy Choirie atau Gus Choi, menyampaikan bahwa selama satu tahun terakhir pihaknya telah melakukan banyak kegiatan sosial. Salah satunya memberikan pelatihan bagi penyandang disabilitas.
"Selama satu tahun ini kami melakukan berbagai kegiatan. Kami punya program Delapan Astabhakti. Salah satunya adalah terus berkolaborasi dengan organisasi sosial untuk melaksanakan kesejahteraan sosial terutama dalam hal pemberdayaan melalui pendidikan-pendidikan, pelatihan-pelatihan," tutur Gus Choi.
"Jadi kaum difabel sudah sekian ribu yang kami latih bagaimana dia menggunakan HP-nya itu bisa mendatangkan uang. Bisa memanfaatkan HP-nya untuk mendatangkan penghasilan," pungkasnya.
(rdp/rdp)






Komentar (0)