Jakarta: Google menilai kecerdasan buatan (AI) akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan teknologi tersebut terus memperkuat ekosistem AI melalui pengembangan teknologi, pelatihan talenta digital, hingga penyediaan infrastruktur yang mendukung pelaku usaha dan industri kreatif.
Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital di kawasan. Dengan populasi muda yang akrab dengan teknologi dan berkembangnya ekosistem kreator digital, nilai bruto perdagangan digital (GMV) Indonesia diproyeksikan mencapai US$340 miliar pada 2030.
Google mengungkapkan, adopsi AI yang lebih luas berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun Public First, apabila tingkat adopsi AI pada usaha kecil dan menengah (UKM) menyamai perusahaan besar, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun atau sekitar US$55 miliar. Nilai tersebut setara dengan 3,8 persen produk domestik bruto (PDB) nasional.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pemanfaatan AI diperkirakan mampu menciptakan sekitar 510.000 lapangan kerja baru melalui lahirnya berbagai produk, layanan, dan model bisnis baru.
Google juga melihat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dari perkembangan AI. Pemanfaatan teknologi Generative AI diperkirakan dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp66 triliun per tahun bagi sektor kreatif dan media.
Teknologi AI juga membantu meningkatkan produktivitas para kreator. Rata-rata pekerja kreatif dapat menghemat sekitar 390 jam kerja setiap tahun atau setara dengan 50 hari kerja, sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan ide dan menghasilkan karya yang lebih berkualitas.
Di sisi lain, fitur berbasis AI seperti penerjemahan otomatis, pembuatan subtitle, dan dubbing dinilai dapat memperluas jangkauan karya kreator Indonesia ke pasar internasional. Potensi nilai ekspor kreatif yang dihasilkan dari teknologi tersebut diperkirakan mencapai Rp6,7 triliun per tahun.
Google menilai tingkat pemanfaatan AI di Indonesia juga semakin matang. Sebanyak 63 persen pengguna AI di Indonesia telah berada pada kategori pengguna menengah hingga mahir, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai 46 persen. Hampir separuh pengguna AI di Indonesia juga telah terbiasa menggunakan alur kerja yang lebih kompleks, seperti meta-prompting, self-critiquing, dan membandingkan hasil dari berbagai platform AI.
Melalui YouTube, Google juga terus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Berdasarkan YouTube Impact Report, ekosistem kreator YouTube menyumbang lebih dari Rp8,4 triliun terhadap PDB Indonesia pada 2025 serta mendukung lebih dari 190.000 lapangan kerja penuh waktu.
Sebanyak 81 persen kreator Indonesia memanfaatkan YouTube untuk memperkenalkan budaya, musik, dan cerita lokal kepada audiens global. Sementara itu, lebih dari 95 persen waktu menonton konten berita di YouTube Indonesia berasal dari kanal berita lokal, menunjukkan peran platform tersebut dalam memperluas distribusi informasi.
Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi digital berlangsung secara berkelanjutan, Google juga terus memperkuat sistem keamanan digital. Perusahaan menghadirkan teknologi SynthID yang menyematkan watermark digital pada konten yang dihasilkan AI guna membantu menjaga keaslian konten. Secara global, teknologi tersebut telah digunakan untuk memberi watermark pada lebih dari 100 miliar gambar dan video.
Di platform YouTube, Google juga mengandalkan sistem Content ID untuk membantu melindungi hak cipta kreator sekaligus memastikan pemilik karya memperoleh pengakuan dan kompensasi yang layak.
Selain menghadirkan teknologi, Google juga berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program Bangkit Bersama AI. Hingga saat ini, program tersebut telah melatih lebih dari 380.000 masyarakat Indonesia dalam meningkatkan keterampilan digital dan pemanfaatan AI, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi digital nasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda






Komentar (0)