Prancis minta mekanisme perlindungan sipil akibat kebakaran hutan

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Moskow (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pihaknya telah meminta agar mekanisme perlindungan sipil Uni Eropa diaktifkan akibat kebakaran hutan.

"Prancis telah meminta agar mekanisme perlindungan sipil Uni Eropa diaktifkan. Dalam waktu dekat, kami akan mendapat bantuan dua pesawat pemadam kebakaran Canadair dari Kroasia, dua pesawat Air Tractor dari Portugal, serta dua helikopter angkut berat Black Hawk dari Ceko dan Slovakia," kata Macron di platform X pada Kamis.

Menurut Macron, situasi di Prancis masih sangat menegangkan akibat kebakaran yang melanda seluruh negeri, terutama di wilayah Gironde.

Kebakaran hutan melanda Prancis akibat gelombang panas luar biasa yang melanda seluruh negeri.

Pada akhir Juni, badan meteorologi di Prancis mengeluarkan peringatan cuaca di 72 dari 96 departemen. Suhu cuaca di Prancis hampir mencapai 40 derajat Celsius dan bahkan lebih tinggi di beberapa wilayah.

Untuk diketahui, kebakaran lahan di Prancis tahun ini telah melampaui total luas area yang terbakar pada tahun 2025, di mana hampir 11.000 kebakaran lahan sejak awal tahun 2026 dengan sekitar 35.000 hektare lahan di antaranya terdampak.

Berdasarkan data Kantor Kehutanan Nasional Prancis (National Forest Office), hampir 15.000 kebakaran sepanjang 2025 terjadi di Prancis. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 30.000 hektare hutan dan vegetasi lainnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.800 diklasifikasikan sebagai kebakaran hutan, dengan luas area terdampak hampir 20.000 hektare, termasuk kebakaran besar di Pegunungan Corbieres di Departemen Aude, Prancis selatan, pada Agustus.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Sepuluh ribu lebih dievakuasi karena karhutla di Prancis barat daya

Baca juga: Kebakaran hutan lahap 1.700 hektare di Prancis, putus aliran listrik

Baca juga: Prancis selatan evakuasi 12.000 orang akibat kebakaran hutan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Zulhas: Cicilan Perdana Koperasi Merah Putih ke Himbara Dibayar Sebelum September
• 9 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
• 23 jam lalu
0
thumb
Kuntadi Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus dalam Kasus Febrie Adriansyah
• 3 jam lalu
0
thumb
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Lewat DSI: Untuk Kepentingan Rakyat
• 18 jam lalu
0
thumb
Tempo Scan Group (TSPC) Gandeng Raksasa Farmasi China, Perkuat Lini Specialty Pharmaceutical
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.