Tingkatkan Nilai Tambah, PKM Unhas Latih Nelayan Olah Produk Turunan Mangrove

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, PANGKEP – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Hasanuddin berkolaborasi dengan Universitas Muslim Maros menggelar bimbingan teknis diversifikasi pengolahan produk turunan mangrove ramah lingkungan dan bernilai tambah bagi Kelompok Tani Nelayan Sejahtera.

Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Penguatan Literasi Kelembagaan dan Diversifikasi Produk Mangrove Berbasis Masyarakat sebagai Strategi Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan di Wilayah Pesisir, yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut menjadi wujud komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Skema PKM sendiri merupakan program pendanaan nasional yang bertujuan mengimplementasikan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi agar berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan ini diketuai Prof Dr forest, Muhammad Alif KS, SHut, MSi dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, bersama tim multidisiplin yang terdiri atas Nurdin Dalya, SHut, MHut, PhD dan Ir Muh Faisal, SHut, MHut, IPP.

Tim memiliki keahlian di bidang kehutanan, pengolahan hasil hutan, perencanaan, serta pemberdayaan masyarakat.

Melalui bimbingan teknis ini, peserta mendapatkan pengetahuan tentang pemanfaatan buah dan bagian lain tanaman mangrove menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi tanpa mengurangi fungsi ekologisnya.

Dalam sambutannya, Prof Alif menjelaskan kawasan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir dan habitat biota, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber bahan baku produk pangan dan nonpangan.

Potensi ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat jika dikelola secara bijak.

“Karena itu, kegiatan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis mangrove dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi lingkungan,” ungkapnya.

Materi bimbingan teknis meliputi pengenalan jenis mangrove potensial, teknik pengolahan produk yang aman dan higienis, pengemasan, strategi peningkatan nilai tambah, hingga peluang pemasaran berbasis potensi lokal.

Peserta juga mengikuti sesi praktik agar memahami langsung tahapan produksi sesuai standar mutu.

Kegiatan ini turut disertai penyerahan alat dan inovasi teknologi kepada Kelompok Tani Nelayan Sejahtera.

Kelompok Tani Nelayan Sejahtera menyambut baik kegiatan tersebut.

Mereka menilai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha produktif berbasis mangrove secara lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui program ini, Universitas Hasanuddin berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal.

Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu menghasilkan produk turunan mangrove yang berdaya saing, bernilai ekonomi tinggi, serta mendukung pelestarian ekosistem mangrove. (rin)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bedah Editorial MI: Waspadai Wajah Baru Judol
• 7 jam lalu
0
thumb
AKRA Bagikan Dividen Interim Rp 1 Triliun, Seperti Apa Pundi-Pundi Hartanya?
• 3 jam lalu
0
thumb
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
• 3 jam lalu
0
thumb
IDAI Dorong AI dan Telemedicine Perluas Layanan Jantung Anak di Indonesia
• 19 jam lalu
0
thumb
Persija Punya Skuad Mewah, Shin Tae-yong Diprediksi Terapkan Formasi Favorit Timnas Indonesia
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.