HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pelatih kepala baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong, dijatuhi sanksi berat. Media Korea Selatan menyebut, mantan pelatih Ulsan Hyundai tersebut terekam kamera menempeleng pemain.
Sanksi disiplin berat datang dari Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA). Ini berpotensi memengaruhi kariernya di dunia sepak bola. Sanksi ini muncul akibat kontroversi yang terjadi selama masa kepelatihannya di klub Korea Selatan tersebut.
Kejadian bermula dari sebuah video yang memperlihatkan Shin Tae-yong menampar pemain Jeong Seung-hyun dalam sebuah pertemuan skuad Ulsan Hyundai. Insiden ini memicu kontroversi yang membayangi masa singkatnya sebagai pelatih klub tersebut.
Shin Tae-yong hanya memimpin Ulsan Hyundai selama sekitar dua bulan setelah mengambil alih pada pertengahan musim. Pada akhirnya dia diberhentikan, karena klub menghadapi situasi sulit dan ancaman degradasi.
Seorang pejabat KFA menegaskan bahwa Komite Disiplin telah menggelar rapat dan memutuskan untuk memberikan tindakan disiplin kepada Shin Tae-yong.
“Kami baru-baru ini mengadakan rapat Komite Disiplin dan memutuskan untuk mengambil tindakan disiplin terhadap mantan pelatih Shin Tae-yong,” katanya seperti dilaporkan Yonhap News TV dikutip Jumat (24/7/2026).
Sanksi yang dijatuhkan tergolong cukup berat. Meliputi penangguhan kualifikasi, penangguhan pertandingan, hingga kemungkinan pengusiran.
Namun, detail durasi dan penerapan hukuman tersebut masih dinantikan. Terutama terkait dampaknya terhadap aktivitas Shin Tae-yong sebagai pelatih di masa depan.
Babak Baru Karier Shin Tae-yongSementara itu, Shin Tae-yong telah memulai babak baru dalam kariernya sebagai pelatih kepala Persija Jakarta sejak Juni 2026. Ia resmi ditunjuk untuk menghadapi musim 2026/2027 dan telah memimpin latihan perdana pada 14 Juli 2026 di Persija Training Ground, Sawangan, Depok.
Fokus awal pelatih asal Korea Selatan ini adalah membangun kondisi fisik dan membantu skuad beradaptasi sebelum masuk ke aspek taktikal yang lebih mendalam. Meski sedang menghadapi sanksi dari KFA, Shin Tae-yong tetap berusaha menunjukkan profesionalisme dan komitmen dalam membangun tim Persija Jakarta.
Lebih lanjut, situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana sanksi dari federasi asalnya akan berpengaruh pada kiprahnya di kancah sepak bola Indonesia dan apakah hal tersebut akan membatasi aktivitasnya sebagai pelatih di luar Korea Selatan.






Komentar (0)