Manila: Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong ASEAN dan Uni Eropa memperkuat kemitraan sebagai pilar stabilitas dan kesejahteraan global di tengah tantangan internasional yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam ASEAN-European Union Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, ia menilai tantangan global yang saling berkaitan membuat kemitraan kedua kawasan semakin penting.
"ASEAN dan Uni Eropa memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga perdamaian, memperkuat stabilitas, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di kedua kawasan," tegas Menlu Sugiono.
Menlu Sugiono mengatakan ASEAN dan Uni Eropa, yang mewakili lebih dari satu miliar penduduk dan sekitar seperlima perekonomian dunia, memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat multilateralisme serta mempertahankan tatanan internasional yang terbuka, adil, dan berbasis aturan. Indonesia juga menegaskan pentingnya penerapan hukum internasional secara konsisten.
Di bidang ekonomi, Indonesia mendorong terwujudnya perdagangan bebas antara ASEAN dan Uni Eropa dengan memanfaatkan momentum berbagai perjanjian perdagangan bilateral yang telah terjalin antara Uni Eropa dan sejumlah negara anggota ASEAN.
Menurut Menlu Sugiono, integrasi ekonomi yang lebih erat akan memperkuat perdagangan, investasi, sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok kedua kawasan.
Di sektor energi, Indonesia juga mengajak Uni Eropa untuk terus mendukung transisi energi di kawasan ASEAN dengan tetap memperhatikan aspek keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keandalan pasokan.
"Ada peluang yang lebih luas bagi investasi pada infrastruktur energi, yang disertai alih teknologi, kerja sama teknis, dan penguatan kapasitas," ujar Menlu Sugiono.
Selain itu, Menlu Sugiono menilai hubungan antarmasyarakat perlu terus diperkuat sebagai fondasi kemitraan ASEAN-Uni Eropa. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia melalui program beasiswa, pelatihan, dan pertukaran antarmasyarakat menjadi investasi penting bagi hubungan jangka panjang kedua kawasan.
Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono mengatakan peringatan 50 tahun kemitraan ASEAN-Uni Eropa pada 2027 diharapkan menjadi momentum untuk membawa hubungan kedua kawasan menjadi lebih erat, relevan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.





Komentar (0)