KOMPAS.TV – Sengketa lahan antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan Universitas Fort De Kock di Bukittinggi, Sumatera Barat, diwarnai kericuhan. Bentrokan terjadi saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memasuki area kampus untuk mengamankan aset daerah yang diklaim seluas 2.000 meter persegi.
Civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen, berupaya menghalangi petugas sehingga terjadi bentrokan. Pihak kampus menyebut dua orang dosen diduga menjadi korban pemukulan oleh anggota Satpol PP. Menurut pihak kampus, lahan yang menjadi sengketa saat ini masih menjadi objek perkara di Mahkamah Agung. Mereka juga membawa dugaan pemukulan terhadap dosen ke ranah pidana.
Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Wiko Satria Afdal, menyampaikan pihak kepolisian menangani laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut sesuai proses hukum yang berlaku.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyatakan langkah yang dilakukan pemerintah kota bertujuan untuk menyelamatkan aset daerah. Terkait dugaan pemukulan terhadap dosen, Pemkot Bukittinggi menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan dan siap menempuh jalur mediasi.
#Bukittinggi #FortDeKock #SatpolPP #SengketaLahan #SumateraBarat
Baca Juga: Demo di Kejagung Ricuh! Massa Bakar Ban hingga Saling Dorong dengan Polisi
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- noads
- ricuh
- sengketa
- lahan
- sumatera
- FortDeKock






Komentar (0)