Pati, tvOnenews.com - Bendung karet Sungai Juwana yang berada di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali mengalami kebocoran.
Kerusakan pada bendung yang menjadi sumber utama irigasi ini memicu kekhawatiran ribuan petani karena berpotensi mengurangi pasokan air di tengah musim kemarau.
Jika perbaikan tidak segera dilakukan, ribuan hektare sawah terancam mengalami gagal panen.
Kebocoran ini terjadi saat sebagian besar petani mulai memasuki musim tanam ketiga atau MT 3, ketika kebutuhan air untuk tanaman padi sangat tinggi.
Sejak mulai beroperasi sekitar dua tahun lalu, bendung karet yang dibangun menggunakan anggaran APBN senilai Rp260 miliar ini tercatat sudah dua kali mengalami kebocoran.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kualitas maupun ketahanan infrastruktur yang memiliki fungsi vital sebagai penyedia air irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian di sepanjang aliran sungai juwana atau Sungai Silugonggo.
Ketua Serikat Petani Pati (SPP) Kamelan, mengungkapkan kebocoran membuat bendung tidak mampu menahan aliran air sungai sehingga air lebih cepat mengalir ke laut.
“Bocornya bendung karet ini kan tidak bisa menghambat laju air di sungai juwana, air langsung mengalir ke laut. Dengan demikian air yang ada di sungai ini kan perlahan akan berkurang,” kata Kamelan, Kamis (23/7/2026).
Akibatnya debit air untuk irigasi terus berkurang, padahal petani sangat bergantung pada pasokan air sungai selama musim kemarau.
“Dampak untuk pertanian, areal persawahan yang ada di sepanjang aliran sungai juwana ini ada ribuan hektar tanaman padi yang perlu pengairan terancam kekeringan akibat bocornya bendung karet ini,” ujarnya.
“Karena saat ini musim kemarau dimana hujan sudah tidak ada turun, sehingga satu satunya pengarian ya diambilkan dari sungai juwana,” lanjutnya.
Selain mengurangi pasokan air irigasi, kebocoran bendung karet juga dikhawatirkan mempermudah masuknya air laut ke aliran sungai juwana.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kadar salinitas air yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian.
“Bocornya bendung karet ini juga dikawatirkan air laut akan masuk ke sungai juwana. Karena jika sungai ini kemasukan air laut tidak bisa digunakan untuk pengairan tanaman padi di sawah,” jelasnya.




Komentar (0)