China Gelar Latihan Tembak Langsung di Sekitar Selat Taiwan

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

China menggelar latihan militer dengan tembakan langsung (live-fire drills) selama dua hari di sejumlah wilayah Selat Taiwan mulai Kamis (23/7). Latihan tersebut digelar di perairan dekat pesisir Provinsi Fujian, yang berhadapan langsung dengan Taiwan.

Otoritas maritim China menyatakan latihan berlangsung setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 waktu setempat di sekitar Pulau Dongshan, yang berbatasan dengan Provinsi Guangdong.

Latihan itu digelar sehari setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di sela pertemuan antar-menteri ASEAN. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai isu, termasuk Taiwan yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Menanggapi latihan tersebut, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengecam tindakan China dan mendesak Beijing untuk menahan diri.

"Kami meminta China segera menghentikan provokasi militer dan aktivitas zona abu-abu di sekitar Selat Taiwan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Taiwan seperti dikutip dari Reuters.

Taipei memandang Beijing mengabaikan harapan masyarakat internasional untuk menjaga keamanan kawasan. Menurut pemerintah Taiwan, penggunaan kekuatan militer secara sepihak di sekitar Selat Taiwan justru meningkatkan ketegangan regional.

"China kembali menggunakan kekuatan militer untuk mengancam perairan di sekitar Selat Taiwan, menciptakan ketegangan di kawasan, dan sekali lagi menunjukkan dirinya sebagai pembuat masalah," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, pada Desember lalu China menggelar latihan militer terbesar di sekitar Taiwan setelah Amerika Serikat mengumumkan paket bantuan persenjataan senilai USD 11,1 miliar untuk pulau tersebut.

Dalam latihan yang berlangsung sekitar 10 jam itu, Komando Medan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menembakkan roket ke perairan di utara dan selatan Taiwan.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk mewujudkan reunifikasi.

Sementara itu, pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan pulau tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lima Platform Memberikan Akses bagi Investor Indonesia untuk Berinvestasi di Saham Amerika Serikat
• 13 jam lalu
0
thumb
Perang AS-Iran Memanas! Tidak Ada Jalan Damai? Ini Kata Guru Besar Hukum Internasional UGM
• 15 jam lalu
0
thumb
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan, Begini Kata Kejagung
• 17 jam lalu
0
thumb
Perguruan Tinggi Harus Adaptif Hadapi Disrupsi AI
• 15 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Mentah Melesat 3 Persen Imbas Kembali Memanasnya Perang Iran-AS
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.