Investasi Bitcoin vs Emas, Mana yang Bikin Cepat Kaya? Begini Perbandingan Keuntungan dan Risikonya

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Investasi menjadi salah satu cara yang banyak dipilih masyarakat untuk mengembangkan aset sekaligus melindungi nilai kekayaan dari inflasi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, dua instrumen yang kerap dibandingkan adalah emas dan Bitcoin. 

Keduanya memiliki daya tarik tersendiri, namun menawarkan karakteristik yang sangat berbeda.

Baca Juga :
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kasus TPPU Emas 74 Kg, Kejagung Ungkap Alasannya
Harga Emas Hari Ini 23 Juli 2026: Produk Antam Kinclong, Global Melorot

Bagi sebagian orang, emas masih menjadi pilihan utama karena dikenal sebagai aset yang stabil dan mampu mempertahankan nilainya dalam jangka panjang. Di sisi lain, Bitcoin berhasil mencuri perhatian karena mampu memberikan kenaikan harga yang sangat tinggi dalam waktu relatif singkat. 

Lantas, jika tujuan Anda adalah memperoleh keuntungan maksimal, mana yang lebih layak dipilih, Bitcoin atau emas? Berikut penjelasannya, sebagaimana dihimpun Viva dari CoinDesk, Kamis, 23 Juli 2026.

Bitcoin Unggul dari Sisi Potensi Keuntungan

Jika melihat kinerja dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan harga paling tinggi di dunia. Nilainya telah melonjak berkali-kali lipat sejak pertama kali diperkenalkan, bahkan mampu mengalahkan berbagai instrumen investasi konvensional.

Potensi keuntungan yang besar inilah yang membuat Bitcoin banyak diminati investor, terutama mereka yang memiliki profil risiko agresif. Tidak sedikit investor yang memperoleh keuntungan berlipat ganda ketika membeli Bitcoin pada harga rendah dan menjualnya saat harga melonjak.

Namun, potensi keuntungan yang tinggi juga sejalan dengan risiko yang besar. Harga Bitcoin dapat bergerak sangat cepat hanya dalam hitungan jam sehingga membutuhkan kesiapan mental dan strategi investasi yang matang.

Emas Lebih Stabil dan Minim Gejolak

Berbeda dengan Bitcoin, emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil. Logam mulia ini telah digunakan selama ribuan tahun sebagai penyimpan nilai dan masih menjadi pilihan utama ketika kondisi ekonomi dunia sedang tidak menentu.

Ketika terjadi inflasi tinggi, konflik geopolitik, maupun perlambatan ekonomi, harga emas cenderung tetap kuat. Inilah alasan mengapa banyak bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas mereka.

Meski demikian, pertumbuhan harga emas umumnya tidak secepat Bitcoin. Keuntungan yang diperoleh investor biasanya lebih bertahap, namun diimbangi dengan tingkat risiko yang jauh lebih rendah.

Baca Juga :
Babak Baru! Kejagung Terbitkan Sprindik TPPU Usai Temukan Emas 74 Kg dan Uang di Rumah Febrie Adriansyah
Beli Emas untuk Dana Darurat, Untung atau Buntung? Ini Penjelasan Lengkapnya
ETF Bitcoin Masuk US$75,7 Juta Pertengahan Juli 2026, Pertanada Apa?

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Usai Dapat Buket Bunga dari Nathalie Holscher, Dinar Candy Langsung Dilamar
• 10 jam lalu
0
thumb
Lima Platform Memberikan Akses bagi Investor Indonesia untuk Berinvestasi di Saham Amerika Serikat
• 16 jam lalu
0
thumb
Lee Hong Nae Akan Bergabung dalam Jajaran Pemain Solo Leveling Live Action
• 9 jam lalu
0
thumb
Sudaryono Ungkap Pesan Khusus Prabowo Usai Dilantik Jadi Kepala BGN
• 23 jam lalu
0
thumb
20 Desa di Demak Ajukan Bantuan Air Bersih Akibat Kemarau
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.